digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Mikhail Moammar Pasha
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Korosi karbon dioksida (CO?) atau sweet corrosion merupakan salah satu mekanisme degradasi yang umum terjadi pada baja karbon di industri minyak dan gas. Keberadaan CO?, ion klorida, dan asam organik dalam fluida dapat meningkatkan agresivitas lingkungan serta memengaruhi kestabilan produk korosi yang terbentuk pada permukaan baja. Penggunaan green corrosion inhibitor berbasis ekstrak tumbuhan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan inhibitor sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh temperatur dan konsentrasi ekstrak daun kratom (Mitragyna speciosa) terhadap korosi CO? baja API 5L X52 dalam larutan NaCl 3,5% dengan penambahan asam asetat, menganalisis mekanisme adsorpsi inhibitor, serta mengidentifikasi produk korosi yang terbentuk pada permukaan baja. Pengujian korosi dilakukan menggunakan metode imersi (mass loss) di dalam autoclave pada tekanan 2 bar selama 24 jam dengan variasi temperatur 60°C, 90°C, dan 120°C serta konsentrasi inhibitor 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Karakterisasi ekstrak daun kratom dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Ultraviolet-Visible Spectroscopy (UV-Vis), sedangkan produk korosi dan morfologi permukaan dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa efektivitas inhibitor ekstrak daun kratom dipengaruhi oleh interaksi antara temperatur dan konsentrasi, sehingga peningkatan konsentrasi inhibitor tidak selalu menghasilkan penurunan laju korosi secara linier. Konsentrasi optimum diperoleh pada 200 ppm untuk temperatur 60°C dan 120°C, sedangkan performa inhibisi terbaik secara keseluruhan diperoleh pada temperatur 90°C dengan konsentrasi 300 ppm, menghasilkan laju korosi sebesar 0,82 mm/tahun dan efisiensi inhibisi sebesar 88,30%. Pada temperatur 90°C, perilaku adsorpsi inhibitor paling sesuai dengan model isoterm Freundlich dengan R² sebesar 0,9822 dan ?G°ads sebesar ?24,9 kJ/mol, yang menunjukkan bahwa adsorpsi berlangsung melalui kombinasi interaksi fisik dan kimia. Karakterisasi permukaan menunjukkan bahwa pembentukan corrosion scale dipengaruhi oleh temperatur. Pada 60°C terindikasi produk berbasis karbonat, Fe- O/Fe-OH, dan morfologi lepidocrocite (?-FeOOH), pada 90°C ditemukan produk yang lebih beragam berupa FeOOH, chukanovite, lepidocrocite/goethite, serta siderite (FeCO?), sedangkan pada 120°C lapisan semakin didominasi produk anorganik berbasis karbonat dan Fe-O. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja inhibitor ekstrak daun kratom pada lingkungan CO?-NaClasam asetat ditentukan oleh kombinasi adsorpsi senyawa organik inhibitor dan pembentukan corrosion scale pada permukaan baja API 5L X52.