digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Studi ini meneliti pengaruh ketidakpastian politik dan nilai tukar mata uang asing, serta kinerja pasar saham, terhadap jumlah investasi portofolio di perekonomian Indonesia dari tahun 2016–2025. Secara khusus, evolusi arus investasi portofolio bersih (arus bersih FPI) dianalisis dalam konteks tingkat dan volatilitas risiko politik dan nilai tukar Rupiah. Penulis memberikan analisis empiris melalui pengenalan kerangka kerja yang mengukur tingkat risiko politik di Indonesia dan variabilitas nilai tukar mata uang. Kami berpendapat bahwa peningkatan tingkat risiko politik dan volatilitas nilai tukar mata uang asing memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap arus bersih FPI, sedangkan peningkatan imbal hasil pasar saham memiliki pengaruh positif yang signifikan. Hasil studi ini mendorong investor internasional untuk memprioritaskan indikator pasar jangka pendek daripada metrik kelembagaan untuk memanfaatkan siklus pasar yang volatil dan mengoptimalkan posisi mereka di pasar modal Indonesia. Temuan studi ini mengajak badan pengatur keuangan dan pembuat kebijakan Indonesia untuk menyediakan saluran komunikasi yang mudah diakses dan transparan bagi investor internasional guna menjaga kepercayaan dan mencegah kesenjangan informasi selama perubahan kebijakan, sehingga memengaruhi sensitivitas dan kemauan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Pendekatan penulis berfokus pada efek terhadap investasi portofolio asing (literatur yang ada sebagian besar membahas investasi langsung asing) dalam periode pengamatan terkini. Meskipun hasilnya mengkonfirmasi peran yang dimainkan oleh nilai tukar mata uang dan pengembalian pasar saham dalam manajemen investasi portofolio internasional, hal ini memberikan nuansa perubahan perilaku manajemen portofolio terhadap pasar Indonesia ketika menghadapi ketidakpastian politik. Kata kunci: Risiko politik, nilai tukar mata uang, indeks tata kelola dunia, investasi portofolio asing, pasar saham, Indonesia