COVER Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nabila Rohmawati
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif terbarukan yang umumnya diproduksi
melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati menggunakan katalis basa homogen
seperti KOH. Sebagai alternatif, kalsium oksida (CaO) dikembangkan sebagai
katalis heterogen karena ketersediaannya melimpah, dapat diregenerasi, dan
memiliki kebasaan tinggi. Namun, penggunaannya masih menghadapi tantangan
dalam hal optimasi proses dan stabilitas katalis. Penelitian ini bertujuan mengkaji
pengaruh rasio katalis CaO terhadap perolehan dan karakteristik biodiesel dari
minyak sawit serta komposisi metil ester tak jenuh. Katalis disintesis dari cangkang
telur dan dimodifikasi melalui kalsium gliserolat. Reaksi dilakukan pada rasio
metanol:minyak 12:1, suhu 60 °C selama 2 jam, dengan 5 variasi rasio katalis 1, 3,
5, 7, dan 9 (%b/b minyak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio
katalis menyebabkan konsistensi penurunan perolehan biodiesel dari 91,10% pada
rasio CaO 1% menjadi 81,30% pada rasio CaO 9%. Sementara itu, sifat fisik
biodiesel mengalami perbaikan, di mana viskositas menurun dari 9,01 cSt pada
rasio CaO 1% menjadi 4,69 cSt pada rasio CaO 5% dan stabil pada rasio lebih
tinggi, serta densitas berada pada rentang 0,862-0,873 g/mL. Selain itu, nilai HHV
biodiesel seluruh variasi berada pada kisaran 41,8-42,9 MJ/kg. Dari profil metil
ester tak jenuh, jumlah metil ester oleat (MeO) dan metil ester linoleat (MeL)
terbukti meningkat seiring peningkatan rasio katalis dan meningkat terhadap waktu
reaksi hingga 120 menit. Secara keseluruhan, rasio katalis 5% memberikan kondisi
optimum dengan keseimbangan antara kualitas biodiesel dan kinerja proses.
Perpustakaan Digital ITB