COVER Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nathan Barros Kangga
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Mikroalga Spirulina sp. memiliki potensi besar sebagai sumber lipid untuk berbagai
aplikasi industri energi. Namun, efisiensi ekstraksinya sering kali terhambat oleh
struktur dinding sel yang kuat sehingga memerlukan metode disrupsi sel. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh praperlakuan asam klorida (HCl) dan
variasi rasio biomassa terhadap volume pelarut n-heksana dalam ekstraksi Soxhlet
terhadap perolehan lipid Spirulina sp., serta mengidentifikasi profil lipid yang
dihasilkan. Proses praperlakuan dilakukan menggunakan larutan HCl 4 M pada
suhu 78 °C selama 2 jam. Ekstraksi lipid dilakukan menggunakan metode Soxhlet
dengan pelarut n-heksana pada suhu 75 °C selama 6 jam, dengan variasi rasio
sebesar 1:80, 1:140, dan 1:200 g/mL. Analisis profil asam lemak dilakukan
menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID).
Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa
praperlakuan dan variasi rasio pelarut memberikan pengaruh yang signifikan (p <
0,05) terhadap perolehan lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praperlakuan
HCl mampu meningkatkan perolehan lipid dari 6,85 ± 0,466% (b/b) (tanpa
praperlakuan) menjadi 10,50 ± 0,809% (b/b). Peningkatan rasio pelarut juga
memberikan pengaruh nyata terhadap efisiensi ekstraksi, dengan perolehan lipid
tertinggi mencapai 14,91 ± 2,19% (b/b) pada rasio 1:200 g/mL. Hasil analisis
GC-FID menunjukkan bahwa profil lipid ekstrak didominasi oleh asam lemak
jenuh (29,6% b/b) dibandingkan asam lemak tak jenuh (17,58% b/b), dengan
komponen penyusun utama berupa asam palmitat (14,18% b/b) dan asam
undekanoat (13,26% b/b). Berdasarkan hasil tersebut, praperlakuan asam klorida
dan rasio pelarut yang lebih tinggi terbukti efektif dalam meningkatkan ekstraksi
lipid dari biomassa Spirulina sp.
Perpustakaan Digital ITB