Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian metil jasmonat dan etilen pada
tahap prapanen dan pascapanen tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap kadar
asiatikosidan, menggunakan metode KLT-densitometri. Penelitian juga mencakup optimasi metode
ekstraksi, yang menunjukkan bahwa sonication assisted extraction pada 60°C selama 30 menit
menghasilkan kadar asiatikosida tertinggi dibandingkan metode sonication assisted extraction pada
60°C selama 60 menit dan metode maserasi. Pada perlakuan prapanen, pemberian metil jasmonat
menghasilkan kadar asiatikosida tertinggi (11,398 ± 0,433 mg/g), diikuti etilen (7,659 ± 0,841 mg/g),
sedangkan kontrol menunjukkan kadar terendah (3,868 ± 0,006 mg/g). Pada perlakuan pascapanen,
perendaman etilen memberikan kadar asiatikosida tertinggi (15,759 ± 0,810 mg/g), lebih tinggi
dibandingkan metil jasmonat (12,868 ± 0,666 mg/g), kontrol perendaman air (12,716 ± 0,506 mg/g),
dan baseline (10,142 ± 1,871 mg/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik metil jasmonat
maupun etilen mampu meningkatkan kadar asiatikosida pada pegagan, dengan metil jasmonat
memberikan efek paling besar pada perlakuan prapanen, sedangkan etilen memberikan
peningkatan tertinggi pada perlakuan pascapanen.
Perpustakaan Digital ITB