Abstrak - Atika Widya Nurfaizah
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lokasi tumbuh (dekat mata air dan jauh mata air) serta arah aksial batang (pangkal, tengah, dan ujung) terhadap sifat fisik (kadar air, kerapatan, dan kembang susut) dan sifat mekanik (kekuatan tarik, Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Repture (MOR)) dari bambu gombong (Gigantochloa pseudoarundinacea). Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu lokasi tumbuh dan arah aksial batang. Sampel bambu diambil dari dua lokasi berbeda di Kuningan, Jawa Barat, yang memiliki perbedaan kondisi lingkungan berdasarkan kedekatannya dengan sumber mata air. Setiap kombinasi perlakuan diuji sifat fisik dan mekaniknya berdasarkan ISO 22157-1 untuk sifat fisik dan SNI 8853:2019 untuk sifat mekanik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dua arah, dan dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan yang signifikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik lokasi tumbuh maupun arah aksial batang berpengaruh terhadap sebagian besar parameter sifat fisik dan mekanik bambu. Bambu yang tumbuh di lokasi jauh dari mata air dan pada bagian ujung batang cenderung memiliki kerapatan, MOE, dan MOR yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, terdapat interaksi antara kedua faktor terhadap kadar air menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan tumbuh tidak dapat dipisahkan dari arah aksial batang. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas bambu dapat dipengaruhi oleh lokasi tumbuh dan bagian batang yang digunakan. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam seleksi bahan baku bambu secara efisien untuk berbagai keperluan seperti konstruksi, kerajinan, dan industri berbasis bambu.
Perpustakaan Digital ITB