BAB 1 Akmal Jaliaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Akmal Jaliaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Akmal Jaliaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Akmal Jaliaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Akmal Jaliaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Daftar Pustaka
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Elektrifikasi sektor transportasi mendorong pengembangan sistem penyimpanan
energi yang memiliki densitas energi tinggi, umur pakai panjang, dan performa
elektrokimia yang baik. Baterai ion-litium merupakan salah satu teknologi
penyimpanan energi yang paling banyak digunakan pada kendaraan listrik. Salah
satu material katoda yang banyak dikembangkan adalah LiNi0.8Mn0.1Co0.1O2
(NMC811) karena memiliki kapasitas spesifik yang tinggi sehingga berpotensi
meningkatkan densitas energi baterai. Namun, tingginya kandungan nikel pada
NMC811 dapat meningkatkan pencampuran kation Ni2+/Li+, memicu degradasi
struktur dan permukaan, serta meningkatkan reaktivitas antarmuka dengan
elektrolit, yang selanjutnya dapat menyebabkan penurunan kapasitas selama siklus
pengisian dan pengosongan. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan
karakteristik struktural dan performa elektrokimia NMC811 melalui pengaturan
laju pemanasan pada proses sintering dan modifikasi permukaan menggunakan
pelapis Li3BO3.
Material NMC811 disintesis melalui metode ko-presipitasi oksalat menggunakan
NiSO4·6H2O, MnSO4·H2O, dan CoSO4·7H2O serta H2C2O4·2H2O sebagai agen
presipitasi. Presipitat M–C2O4·2H2O yang diperoleh dicampurkan dengan
LiOH·H2O dan kemudian dilakukan sintering pada temperatur 800 °C dengan
variasi laju pemanasan tanpa kontrol, 5 °C/menit, dan 1 °C/menit, masing-masing
menghasilkan sampel NHR, HR5, dan HR1. Material hasil sintering dikarakterisasi
menggunakan Field Emission Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive
X-Ray Spectroscopy (FESEM-EDS), Particle Size Analysis (PSA), dan X-Ray
Diffraction (XRD). Sampel dengan karakteristik struktural terbaik, yaitu HR1,
selanjutnya dimodifikasi melalui pelapisan Li3BO3 sebesar 1, 2, dan 3 wt.%
terhadap massa NMC811 menggunakan metode ultrasonic-assisted coating.
Material hasil pelapisan dikarakterisasi menggunakan FESEM-EDS, XRD,
Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan X-ray Photoelectron
Spectroscopy (XPS). Performa elektrokimia material sebelum dan setelah pelapisan
dievaluasi melalui pengujian charge-discharge, cyclic voltammetry (CV), dan
electrochemical impedance spectroscopy (EIS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pemanasan pada proses sintering
berpengaruh terhadap morfologi, distribusi ukuran partikel, dan keteraturan struktur
kristal NMC811. Laju pemanasan 1 °C/menit menghasilkan sampel HR1 dengan
morfologi dan distribusi ukuran partikel yang lebih homogen serta ukuran partikel
rata-rata 11,411 ?m. Sampel HR1 menunjukkan karakteristik struktur berlapis yang
paling baik, dengan rasio intensitas XRD (I003/I104) sebesar 1,614 dan rasio kisi (c/a)
sebesar 4,9450, yang mengindikasikan keteraturan struktur yang lebih baik dan
tingkat pencampuran kation yang lebih rendah dibandingkan dengan sampel yang
disintesis menggunakan laju pemanasan lainnya.
Pelapisan Li3BO3 tidak menyebabkan perubahan yang terdeteksi secara signifikan
pada struktur kristal utama NMC811 dari hasil analisis XRD. Hasil FESEM-EDS
menunjukkan distribusi boron yang relatif homogen pada permukaan partikel,
terutama pada sampel HR1-LB2. Keberadaan spesies borat setelah proses pelapisan
didukung oleh terdeteksinya vibrasi ikatan B–O pada hasil FTIR dan puncak B 1s
pada energi ikat sekitar 191,7 eV pada hasil XPS. Analisis XPS juga menunjukkan
bahwa sampel HR1-LB2 memiliki fraksi Ni3+ tertinggi, yaitu 71,91%. Pelapisan
Li3BO3 meningkatkan performa elektrokimia NMC811 dibandingkan dengan
material tanpa pelapisan. Sampel HR1-LB2 menunjukkan performa terbaik dengan
kapasitas discharge awal sebesar 189,50 mAh g?1 pada laju 0,2 C, efisiensi
kolumbik awal sebesar 95,25%, dan retensi kapasitas sebesar 88,24% setelah 100
siklus. Hasil CV menunjukkan penurunan separasi potensial puncak redoks (?E)
menjadi 0,1008 V, yang mengindikasikan peningkatan reversibilitas reaksi
elektrokimia. Analisis EIS menunjukkan nilai konduktivitas ionik sebesar 7,87 ×
10?4 S cm?1 dan koefisien difusi ion Li+ sebesar 2,89 × 10?12 cm2 s?1 pada sampel
HR1-LB2.
Secara keseluruhan, penggunaan laju pemanasan sintering 1 °C/menit
menghasilkan NMC811 dengan karakteristik struktural terbaik, sedangkan
pelapisan 2 wt.% Li3BO3 memberikan peningkatan performa elektrokimia paling
signifikan. Kombinasi kedua kondisi tersebut menghasilkan material NMC811
dengan keteraturan struktur yang lebih baik, reversibilitas elektrokimia yang lebih
tinggi, serta karakteristik transport ion Li+ yang lebih baik, sehingga berpotensi
untuk dikembangkan sebagai material katoda berperforma tinggi pada baterai ion-
litium.
Perpustakaan Digital ITB