2026_SK_PP_Juan Christofel Advent Thio_19023128_Fulltext
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Pertumbuhan jumlah investor ritel yang semakin meningkat diiringi dengan munculnya
financial influencer (finfluencer). Sebagian melakukan riset sebelum mengambil
keputusan, sebagian mengikuti tren, dan sebagian lainnya bergantung pada finfluencer.
Masalah muncul ketika finfluencer—yang seharusnya membimbing investor—
menonjolkan ciri-ciri subjektif guna mempengaruhi investor ritel, tanpa menampilkan
kredibilitas mereka. Munculnya fenomena herding behavior, Fear of Missing Out
(FOMO), dan risiko pump-and-dump menegaskan perlunya penilaian kredibilitas
finfluencer sebelum mengikuti rekomendasi mereka. Literasi keuangan yang memadai
merupakan penguat bagi investor dalam menilai kredibilitas finfluencer sebelum
membentuk niat investasi. Namun, belum ada penelitian yang secara khusus memecah
kredibilitas finfluencer ke dalam dimensi berdasar kredensial yang spesifik. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh kredibilitas berbasis kredensial finfluencer yang
dipersepsikan terhadap niat investasi investor ritel di Indonesia, dengan moderasi literasi
keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dari 209 investor ritel
Indonesia—melalui purposive sampling—dianalisis menggunakan Partial Least Squares
Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kredibilitas berdasarkan kredensial finfluencer memiliki pengaruh
positif yang signifikan terhadap niat investasi investor ritel. Literasi keuangan sedikit
memperkuat interaksi ini. Sertifikasi keuangan menunjukkan kontribusi tertinggi dari
dimensi lainnya, diikuti oleh pengalaman praktisi dan latar belakang pendidikan. Temuan
ini menyoroti pentingnya kredensial finfluencer dan perlunya inisiatif literasi keuangan
yang lebih kuat dan standar kredibilitas yang lebih jelas bagi finfluencer di Indonesia.
Kata kunci: Finfluencer, Kredibilitas Berbasis Kredensial yang Dipersepsikan, Niat
Investasi, Literasi Keuangan, Investor Ritel
Perpustakaan Digital ITB