Teluk Balikpapan merupakan estuari semi-tertutup yang dinamika perairannya
didominasi oleh pasang surut dan berpotensi mengalami perubahan akibat kenaikan
muka laut. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kenaikan muka laut terhadap
dinamika pasang surut di Teluk Balikpapan berdasarkan skenario SSP1-2.6 (+0,5
m) dan SSP5-8.5 (+1,0 m) tahun 2100. Simulasi dilakukan menggunakan model
hidrodinamika dua dimensi Delft3D-FLOW dengan masukan batimetri, delapan
konstituen pasut utama, data angin ERA5, dan debit sungai rata-rata harian. Hasil
validasi menunjukkan model mampu merepresentasikan elevasi pasang surut
dengan baik, dengan nilai korelasi sebesar 0,955 di BIG dan 0,950 di Stasiun 1.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa kenaikan muka laut meningkatkan elevasi
muka air, tetapi hanya menyebabkan perubahan kecil pada karakteristik pasut. Tidal
range menurun sekitar 0,8% di BIG dan 1,5% di Stasiun 1, sedangkan amplitudo
M2 berkurang sekitar 0,6% dan perubahan amplitudo konstituen utama lainnya
hanya berada pada orde milimeter. Fenomena amplifikasi pasut tetap dipertahankan
pada seluruh skenario. Namun, analisis co-phase dan co-range menunjukkan
percepatan propagasi serta peningkatan penetrasi energi pasut ke arah hulu,
terutama pada wilayah hulu teluk dan celah sempit di sebelah barat Pulau Balang
yang relatif dangkal. Waktu rambat pasut dari mulut teluk menuju hulu berkurang
dari 38,7 menjadi 12,3 menit untuk M2, dari 30,5 menjadi 8,0 menit untuk S2, dari
32,9 menjadi 10,0 menit untuk K1, dan dari 26,8 menjadi 9,7 menit untuk O1.
Kecepatan arus maksimum di BIG menurun dari 0,332 m/s menjadi 0,313 m/s,
sedangkan di Stasiun 1 relatif stabil pada kisaran 0,156-0,159 m/s. Respons spasial
arus yang paling jelas ditunjukkan oleh kecenderungan pelemahan arus di wilayah
hulu teluk. Karakter ebb dominance tetap dipertahankan dengan kecenderungan
menguat di bagian hulu.
Secara keseluruhan, kenaikan muka laut hingga 1 m pada tahun 2100 lebih berperan
dalam mempercepat propagasi dan mendistribusikan ulang energi pasut ke arah
hulu dibandingkan mengubah karakteristik dasar pasang surut Teluk Balikpapan,
sehingga berpotensi memperluas pengaruh pasut dan meningkatkan kerentanan
wilayah pesisir terhadap genangan di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB