BAB 1 Muhammad Zein
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Muhammad Zein
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Muhammad Zein
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Muhammad Zein
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Muhammad Zein
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Muhammad Zein
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Transisi energi global menuju sistem energi yang lebih bersih didorong oleh
tingginya emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor transportasi yang didominasi
oleh mobil penumpang. Kondisi tersebut mendorong pengembangan kendaraan
listrik berbasis baterai. Di antara berbagai jenis baterai, litium besi fosfat (LFP)
semakin banyak digunakan karena aman, stabil, berumur panjang, dan ekonomis.
Namun, peningkatan penggunaannya juga akan menghasilkan baterai bekas dalam
jumlah besar, sehingga diperlukan proses daur ulang untuk mengurangi limbah dan
memperoleh kembali material berharga.
Penelitian diawali dengan tahap preparasi meliputi pengosongan, pirolisis pada 600
ºC selama 120 menit, pencacahan, serta pengayakan untuk memperoleh black mass
berukuran lolos 18 mesh (1000 ?m). Black mass kemudian dicampurkan dengan
variasi reagen yaitu asam sulfat, amonium sulfat, dan amonium klorida dan diproses
melalui pemanggangan kimia pada temperatur 150–300 °C. Variabel yang
dipelajari meliputi jenis reagen, temperatur dan waktu pemanggangan,
perbandingan massa reagen terhadap black mass, serta temperatur pelindian.
Produk pemanggangan selanjutnya diproses melalui pelindian air dengan rasio
padatan terhadap cairan 1:10, kecepatan pengadukan 300 rpm, dan waktu pelindian
60 menit, kemudian dipisahkan melalui filtrasi untuk memperoleh pregnant leach
solution dan residu. Kandungan Li dan Fe dalam larutan hasil pelindian serta hasil
digesti residu dianalisis menggunakan atomic absorption spectrophotometer,
sedangkan kandungan karbon pada residu kondisi optimum dianalisis
menggunakan analisis karbon LECO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis reagen pemanggangan yang
digunakan, asam sulfat memberikan kinerja terbaik dengan persen ekstraksi Li dan
Fe tertinggi masing-masing sebesar 99,82% dan 99,71% pada produk hasil
pelindian air. Variasi temperatur dan waktu pemanggangan tidak memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap persen ekstraksi, sedangkan peningkatan rasio
reagen terhadap black mass cenderung meningkatkan ekstraksi Li dan Fe.
Temperatur pelindian air juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain
itu, kadar karbon tertinggi diperoleh pada perlakuan roasting 150 °C, yaitu sebesar
84,1%.
Perpustakaan Digital ITB