digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Glaukoma merupakan penyakit kronis penyebab kebutaan utama kedua terbanyak baik di dunia maupun di Indonesia. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan dan hubungan antara pengetahuan, kepatuhan dan TIO serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi TIO. Pada penelitian ini dilakukan quasi eksperimental dengan desain longitudinal prospective study. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dari rekam medis pada periode Oktober-Desember 2025. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel 64 pasien. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi kemudian diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan brosur dan pesan pengingat penggunaan obat yang dikirim dua kali dalam seminggu. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien yang bersedia mengisi informed consent dan berpartisipasi dalam penelitian, pasien berusia ?18 tahun, sudah mendapatkan 1 atau lebih obat penurun tekanan intraokular, mendapatkan pengobatan minimal 3 bulan. Kriteria ekslusi penelitian ini yaitu pasien yang tidak rutin memeriksa TIO dan tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Hasil penelitian dianalisis menggunakan IBM SPSS 23. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan yaitu mayoritas pasien berpengetahuan baik (76,56%), patuh (96,9 %) dengan nilai TIO normal (96,8%). Evaluasi efek intervensi menunjukkan bahwa intervensi signifikan meningkatkan pengetahuan (p = 0,000) dan kepatuhan (p = 0,007) serta menurunkan TIO (p = 0,007). Analisis hubungan antar variabel menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan, pengetahuan dan TIO (p > 0,05). Analisis bivariat dan multivariat menunjukkan karakteristik responden, pengetahuan dan kepatuhan tidak memengaruhi TIO (p > 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi apoteker berperan penting meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan, namun penurunan TIO tidak dipengaruhi secara langsung oleh pengetahuan dan kepatuhan. Intervensi apoteker tetap diperlukan oleh pasien glaukoma untuk mendukung pengelolaan glaukoma.