digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Arrasqya Rengganis
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Arrasqya Rengganis
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Limbah organik pasar tradisional, khususnya limbah sayuran, dihasilkan dalam jumlah besar namun belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, sektor pertanian membutuhkan pupuk, sedangkan sektor peternakan membutuhkan sumber protein alternatif. Vermicomposting menggunakan cacing tanah African Night Crawler (Eudrilus eugeniae) berpotensi menjawab kedua kebutuhan tersebut, karena E. eugeniae memiliki kandungan protein hingga 63% bahan kering sehingga berpotensi sebagai sumber protein pakan ternak/ikan, sekaligus menghasilkan vermikompos sebagai pupuk. Vermicomposting menggunakan E. eugeniae merupakan alternatif pengolahan limbah sayuran pasar yang sekaligus menghasilkan dua produk bernilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap laju reduksi limbah, biomassa dan pertumbuhan cacing, serta kualitas vermikompos. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan frekuensi pemberian pakan, yaitu setiap hari (P1), 3 hari (P2), 5 hari (P3), dan 7 hari (P4), masing-masing lima ulangan. Total pakan pada seluruh perlakuan disetarakan sebesar 560 g/minggu selama 8 minggu. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah, uji lanjut DMRT, dan korelasi Pearson. Frekuensi pemberian pakan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap laju reduksi limbah, pertumbuhan cacing, dan kualitas vermikompos meskipun total pakan setara. Laju reduksi limbah tertinggi diperoleh pada P3 sebesar 53,26% (15,13 g/hari), sedangkan retensi massa vermikompos (bobot vermikompos yang tersisa terhadap total pakan) tertinggi diperoleh pada P2 sebesar 50,32%. P3 juga menghasilkan biomassa cacing tertinggi (bobot kering 40,88 g) dan laju pertumbuhan relatif tertinggi (0,0206 g/g/hari, pada minggu ke-3). Sementara itu, P2 menghasilkan kualitas vermikompos terbaik dengan pH 7,62, N-total 2,11%, P?O? 2,64%, dan K?O 2,02% (sesuai SNI 2024). Seluruh perlakuan menghasilkan Germination Index (konsentrasi 100%) di atas 100%, yaitu 106,77% (P1), 147,34% (P2), 102,73% (P3), dan 120,89% (P4), menandakan seluruh vermikompos telah matang dan bebas fitotoksisitas, dengan P2 memiliki GI tertinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi 5 hari paling efektif untuk reduksi limbah dan produksi biomassa cacing, sedangkan frekuensi 3 hari lebih unggul untuk kualitas dan retensi massa vermikompos