digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Hipertensi kronis dapat memicu tekanan berlebih yang mendorong terjadinya hipertrofi kardiomiosit maladaptif dan pada tahap lanjutnya menyebabkan gagal jantung. Penggunaan bahan alam seperti daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), belimbing manis (Averrhoa carambola L.), herba selada air (Nasturtium officinale R.Br.), dan buah mentimun (Cucumis sativus L.) berpotensi sebagai agen kardioprotektif, namun bukti ilmiah khasiatnya pada tingkat seluler masih sangat terbatas. Pengujian in vitro dengan menggunakan sel kardiomiosit sangat diperlukan. Studi pendahuluan ini bertujuan melakukan optimasi prosedur isolasi kultur sel primer kardiomiosit tikus neonatal (Neonatal Rat Cardiomyocytes/NRCM) serta mengevaluasi profil keamanan ekstrak daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), belimbing manis (Averrhoa carambola L.), herba selada air (Nasturtium officinale R.Br), dan buah mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai agen kardioprotektif potensial. Prosedur isolasi dioptimasi dengan membandingkan parameter kecepatan agitasi, konsentrasi enzim, jumlah siklus dan waktu digesti. Viabilitas sel setelah paparan ekstrak tanaman uji pada konsentrasi 5-50 ppm selama 45 jam dievaluasi menggunakan resazurin assay. Protokol isolasi dengan kecepatan agitasi 200 rpm, waktu digesti 5 menit, 10 siklus serta kombinasi enzim tripsin-kolagenase (200 mg : 40 mg) menghasilkan cell yield sebesar 5,87 ×10^5 sel/mL. Protokol isolasi dengan kecepatan agitasi 135 rpm, waktu digesti 3 menit, 8 siklus serta konsentrasi enzim tripsin:kolagenase (200 mg : 40 mg) menghasilkan 1,57 ×10^5 sel/mL. Nilai p value dari kedua protokol tersebut adalah 0,0006. Hasil uji viabilitas menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh, buah belimbing wuluh, konsentrat selada air, dan buah mentimun tidak mengganggu pertumbuhan sel kardiomiosit (viabilitas > 70% sesuai standar ISO 10993-5). Sebaliknya, ekstrak daun belimbing manis pada konsentrasi 50 ppm menunjukkan efek sitotoksisitas karena menurunkan viabilitas hingga 47,9%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa isolasi dengan kecepatan agitasi 200 rpm, waktu digesti 5 menit, 10 siklus serta kombinasi enzim tripsin-kolagenase (200 mg : 40 mg) lebih baik dalam menghasilkan cell yield yang tinggi. Ekstrak daun belimbing wuluh, ekstrak buah belimbing wuluh, konsentrat herba selada air, dan konsentrat buah mentimun pada konsentrasi 5-50 ppm, serta ekstrak daun belimbing manis pada konsentrasi 5-25 ppm aman bagi kardiomiosit.