Hipertensi kronis dapat memicu tekanan berlebih yang mendorong terjadinya hipertrofi
kardiomiosit maladaptif dan pada tahap lanjutnya menyebabkan gagal jantung. Penggunaan bahan
alam seperti daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), belimbing manis (Averrhoa
carambola L.), herba selada air (Nasturtium officinale R.Br.), dan buah mentimun (Cucumis sativus
L.) berpotensi sebagai agen kardioprotektif, namun bukti ilmiah khasiatnya pada tingkat seluler
masih sangat terbatas. Pengujian in vitro dengan menggunakan sel kardiomiosit sangat diperlukan.
Studi pendahuluan ini bertujuan melakukan optimasi prosedur isolasi kultur sel primer kardiomiosit
tikus neonatal (Neonatal Rat Cardiomyocytes/NRCM) serta mengevaluasi profil keamanan ekstrak
daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), belimbing manis (Averrhoa carambola L.),
herba selada air (Nasturtium officinale R.Br), dan buah mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai agen
kardioprotektif potensial. Prosedur isolasi dioptimasi dengan membandingkan parameter
kecepatan agitasi, konsentrasi enzim, jumlah siklus dan waktu digesti. Viabilitas sel setelah paparan
ekstrak tanaman uji pada konsentrasi 5-50 ppm selama 45 jam dievaluasi menggunakan resazurin
assay. Protokol isolasi dengan kecepatan agitasi 200 rpm, waktu digesti 5 menit, 10 siklus serta
kombinasi enzim tripsin-kolagenase (200 mg : 40 mg) menghasilkan cell yield sebesar 5,87 ×10^5
sel/mL. Protokol isolasi dengan kecepatan agitasi 135 rpm, waktu digesti 3 menit, 8 siklus serta
konsentrasi enzim tripsin:kolagenase (200 mg : 40 mg) menghasilkan 1,57 ×10^5 sel/mL. Nilai p
value dari kedua protokol tersebut adalah 0,0006. Hasil uji viabilitas menunjukkan bahwa ekstrak
daun belimbing wuluh, buah belimbing wuluh, konsentrat selada air, dan buah mentimun tidak
mengganggu pertumbuhan sel kardiomiosit (viabilitas > 70% sesuai standar ISO 10993-5).
Sebaliknya, ekstrak daun belimbing manis pada konsentrasi 50 ppm menunjukkan efek
sitotoksisitas karena menurunkan viabilitas hingga 47,9%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan
bahwa isolasi dengan kecepatan agitasi 200 rpm, waktu digesti 5 menit, 10 siklus serta kombinasi
enzim tripsin-kolagenase (200 mg : 40 mg) lebih baik dalam menghasilkan cell yield yang tinggi.
Ekstrak daun belimbing wuluh, ekstrak buah belimbing wuluh, konsentrat herba selada air, dan
konsentrat buah mentimun pada konsentrasi 5-50 ppm, serta ekstrak daun belimbing manis pada
konsentrasi 5-25 ppm aman bagi kardiomiosit.
Perpustakaan Digital ITB