Efisiensi penggunaan material merupakan faktor krusial dalam proyek konstruksi
karena material menyumbang 40–70% dari total biaya proyek. Di Indonesia,
praktik pengelolaan material masih menghadapi kendala seperti pemborosan,
kesalahan pengadaan, dan lemahnya pengawasan, sehingga berdampak pada
deviasi biaya proyek sebesar 3–13,5%. Kondisi ini semakin penting diperhatikan
mengingat margin keuntungan perusahaan konstruksi relatif rendah, hanya berkisar
5–15%. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
efisiensi penggunaan material beton dan baja terhadap profitabilitas perusahaan
konstruksi di Indonesia yang diukur dengan menggunakan indikator pengukuran
yaitu gross profit margin, serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan dalam
manajemen material yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan material.
Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) dengan data
primer berupa kuesioner kepada praktisi konstruksi dan data sekunder berupa
dokumen proyek. Analisis kuantitatif dilakukan melalui regresi linear berganda, uji
simultan (uji F), uji parsial (uji t), dan koefisien determinasi (R²), sedangkan faktor
dominan dianalisis dengan metode Relative Importance Index (RII), analisis
statistik dengan metode rata-rata, dan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penggunaan material beton dan baja
tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan konstruksi di
Indonesia. Hal ini disebabkan oleh dalam beberapa kasus proyek konstruksi,
perencanaan dan manajemen material beton dan baja sudah sangat efisien sehingga
tidak menimbulkan pemborosan signifikan. Uji simultan menghasilkan nilai
signifikansi sebesar 0,107 (p > 0,05), sedangkan uji parsial terhadap masing-masing
variabel juga menunjukkan hasil tidak signifikan. Nilai koefisien deterministik (R²)
sebesar 0,472 menunjukkan bahwa hanya 47,2% variasi profitabilitas dapat
dijelaskan oleh efisiensi penggunaan material, sedangkan 52,8% sisanya
dipengaruhi faktor lain seperti biaya arsitektural, biaya MEP, manajemen proyek,
efisiensi tenaga kerja, biaya tidak langsung, serta fluktuasi harga material. Temuan
ini menegaskan bahwa efisiensi material penting namun belum dapat dijadikan
indikator tunggal profitabilitas, sehingga diperlukan pendekatan pengelolaan yang
lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan variabel teknis dan finansial lain
untuk mendukung keberlanjutan dan stabilitas keuangan perusahaan konstruksi di
Indonesia.
Faktor-faktor dominan dalam manajemen material yang mempengaruhi efisiensi
penggunaan material beton berdasarkan hasil RII dan analisis statistik yaitu
optimalisasi penggunaan material, pengendalian kualitas material, pengaturan
jadwal pengiriman material, pengontrolan ketepatan jumlah material yang dikirim
ke proyek, penerapan lean construction, peningkatan akurasi estimasi dan
pemesanan material, dan mengurangi rework dalam tahap konstruksi. Sedangkan
untuk material baja yaitu optimalisasi penggunaan material, pengendalian kualitas
material, peningkatan akurasi estimasi dan pemesanan material, rencana kerja yang
baik, pengontrolan ketepatan jumlah material yang dikirim ke proyek,
menggunakan metode pelaksanaan yang tepat, dan mengurangi perubahan desain.
Faktor-faktor ini berperan penting dalam meminimalkan pemborosan, mengurangi
kerusakan material, dan meningkatkan ketepatan penggunaan material di lapangan,
yang pada akhirnya dapat mendukung efisiensi proyek. Adapun faktor lain di luar
faktor yang telah teridentifikasi untuk efisiensi penggunaan material beton yaitu
kondisi cuaca dan lingkungan dan untuk material baja yaitu perencanaan bar
bending schedule.
Perpustakaan Digital ITB