COVER Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Arjuna Pria Sesar
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, kalsium, dan vitamin C merupakan salah satu
masalah gizi utama pada ibu hamil di Indonesia yang berdampak buruk terhadap kesehatan ibu
dan janin. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai sumber alami yang kaya akan ketiga
mikronutrien tersebut. Namun karakteristik sensitif vitamin C terhadap panas dan aroma khas
daun kelor membatasi penggunaannya secara langsung dalam pangan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji pengaruh jenis dan konsentrasi bahan penyalut terhadap kandungan zat besi,
kalsium, dan vitamin C dalam bubuk daun kelor yang diproses menggunakan metode spray
drying. Bahan penyalut yang digunakan meliputi maltodekstrin, whey protein isolate, serta
kombinasi keduanya dengan rasio yang divariasikan. Proses mikroenkapsulasi dilakukan untuk
meningkatkan stabilitas, daya simpan, dan penerimaan produk akhir. Evaluasi dilakukan
terhadap rendemen, kadar mikronutrien, kadar air, higroskopisitas, serta struktur dan morfologi
bubuk menggunakan berbagai teknik analisis seperti AAS, UV-Vis spektrofotometri, dan SEM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan rasio bahan penyalut memengaruhi retensi
nutrisi bubuk daun kelor. Retensi terbaik untuk zat besi (4,5%) dicapai dengan menggunakan
whey protein isolate (1:4), kalsium (8,7%) menggunakan campuran maltodekstrin dan whey
protein isolate 3:1 (1:2), serta vitamin c (6,21%) menggunakan campuran maltodekstrin dan
whey protein isolate 1:3 (1:2). Bahan penyalut dan rasionya tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap rendemen dan karakteristik bubuk. Tetapi memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap kelarutan bubuk daun kelor yang dihasilkan. Formulasi bahan penyalut dan
rasio yang paling optimal adalah whey protein isolate 1:4
Perpustakaan Digital ITB