digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah individu usia produktif yang tergolong sebagai generasi sandwich, yaitu individu yang memiliki tanggung jawab merawat anak dan orang tua secara bersamaan. Tanggung jawab ganda yang dimiliki generasi sandwich berpotensi menimbulkan berbagai bentuk beban yang dapat mempengaruhi kesejahteraan hidup. Meskipun demikian, dalam konteks masyarakat Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh nilai budaya berbakti (filial piety), tanggung jawab ganda tidak selalu dipersepsikan sebagai beban. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara alokasi waktu, dampak tanggung jawab ganda yang meliputi beban mental, beban waktu dan keluhan fisik, serta kesejahteraan subjektif pada generasi sandwich di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan konstruk-konstruk yang dibangun berdasarkan instrumen Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ), serta pengukuran alokasi waktu berdasarkan aktivitas harian responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu berpengaruh signifikan terhadap beban waktu. Keluhan fisik berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif, sementara beban waktu dan beban mental tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, tidak ditemukan bukti adanya hubungan mediasi antara alokasi waktu dan kesejahteraan subjektif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tanggung jawab merawat keluarga tidak selalu dipersepsikan sebagai beban, dampak fisik akibat akumultasi tanggung jawab ganda terbukti berperan dalam mempengaruhi kesejahteraan hidup generasi sandwich di Indonesia.