Pesatnya adopsi generative artificial intelligence (AI) telah mengubah proses pembelajaran di
perguruan tinggi dengan memungkinkan mahasiswa menyelesaikan berbagai tugas akademik
secara lebih efisien dan memperoleh informasi dengan lebih mudah. Namun, penggunaan AI yang
berlebihan dapat berkembang menjadi AI dependency, yaitu kondisi ketika individu semakin
bergantung pada AI untuk melakukan tugas-tugas kognitif yang seharusnya dilakukan secara
mandiri. Dengan mengacu pada Cognitive Offloading Theory, penelitian ini memandang bahwa
ketergantungan yang berlebihan terhadap AI berpotensi mengurangi keterlibatan kognitif
mahasiswa serta menghambat pengembangan kompetensi yang penting bagi kesiapan kerja.
Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa AI dependency dapat memengaruhi
berbagai kompetensi yang berkaitan dengan employability, sebagian besar penelitian masih
mengkajinya secara terpisah sehingga pemahaman mengenai pengaruh AI dependency terhadap
berbagai kompetensi dalam satu konteks penelitian masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh AI dependency terhadap kemampuan berpikir kritis,
pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan self-regulated learning pada mahasiswa Institut
Teknologi Bandung (ITB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui
penyebaran kuesioner daring kepada mahasiswa program sarjana tingkat tiga dan empat di ITB.
Sebanyak 190 data responden yang valid dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas
dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa AI dependency berpengaruh negatif dan signifikan terhadap seluruh
kompetensi yang diteliti. Di antara kelima kompetensi tersebut, kemampuan pemecahan masalah
menunjukkan hubungan negatif yang paling kuat, sedangkan kreativitas menunjukkan hubungan
yang paling lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya mendorong penggunaan AI yang
seimbang dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan tinggi agar mahasiswa tetap dapat
memanfaatkan AI sebagai alat pendukung pembelajaran tanpa menghambat pengembangan
kemampuan kognitif dan self-regulatory yang dibutuhkan untuk pembelajaran sepanjang hayat
serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Kata Kunci: AI Dependency, berpikir kritis, pemecahan masalah, self-regulated learning,
employability skills.
Perpustakaan Digital ITB