digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Agustin Tri Ariany [17218103]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat kaya, dengan setiap daerah menampilkan ciri khas dan keunikannya masing-masing, terutama dari segi wastranya. Batik Banyumas adalah salah satu jenis batik tradisional yang berasal dari Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Batik ini merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang berkembang melalui tradisi membatik masyarakat Banyumas dan memiliki ciri khas pada motif, warna, serta filosofi yang mencerminkan kehidupan, alam, dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Gyaru merupakan salah satu subkultur fesyen Jepang yang terinspirasi oleh gaya busana ala Barat. Bagi para penggunanya, gaya fesyen ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengekspresikan identitas diri, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi yang merepresentasikan nilai, kepribadian, dan preferensi estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan motif Batik Banyumas pada desain busana dengan mengadaptasi gaya fashion khas distrik Shibuya, khususnya gaya fashion subkultur Gyaru untuk menghadirkan alternatif pengembangan desain melalui penerapan motif Batik Banyumas pada busana bergaya kontemporer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pelestarian budaya lokal melalui inovasi desain yang memadukan unsur tradisional dengan tren fashion kontemporer. Penelitian ini berfokus pada pengembangan desain busana yang mengintegrasikan warisan budaya dengan unsur-unsur fesyen kontemporer secara harmonis. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan Batik Banyumas sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai budaya dan perlu dijaga keberadaannya serta dilestarikan.