Produsen polypropylene menghadapi tekanan berkelanjutan dari volatilitas biaya bahan baku, pergerakan harga pasar, persaingan impor, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dalam kondisi tersebut, keputusan product mix tidak hanya memerlukan pertimbangan permintaan dan operasional, tetapi juga visibilitas biaya dan margin kontribusi yang lebih rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka costing berbasis route-level untuk mendukung perencanaan bauran produk yang mempertimbangkan margin pada perusahaan manufaktur polypropylene. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif pada PT PRP, berdasarkan data sekunder internal periode 2024, yang mencakup data produksi, pemetaan grade-formula-route, Bill of Materials, konsumsi utilitas, data costing, dan data harga jual. Kerangka yang diusulkan mengombinasikan Bill of Materials dan logika Activity-Based Costing untuk menghitung variable cost dan route-sensitive pada tingkat grade-formula-route. Sebanyak 36 kombinasi grade-formula-route dianalisis dan dibandingkan dengan metode costing saat ini yang berbasis grade-level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan margin kontribusi antara metode costing saat ini dan metode ABC-BOM yang diusulkan berkisar kurang dari USD 1 per ton hingga lebih dari USD 17 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa grade-level costing dapat mengaburkan perbedaan biaya dan margin yang disebabkan oleh variasi formula dan rute produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa route-level costing dapat mendukung pengambilan keputusan manajerial dengan membantu PT PRP menyeimbangkan komitmen permintaan, kelayakan operasional, dan prioritas margin dalam perencanaan product mix.
Perpustakaan Digital ITB