Pendataan kawasan kumuh memerlukan data spasial yang akurat dan mutakhir
dalam mendukung perencanaan serta penanganan yang tepat sasaran. Namun,
proses identifikasi kawasan kumuh masih menghadapi tantangan berupa ketepatan
data, konsistensi definisi, dan keterbatasan pemantauan perubahan kondisi kawasan
secara berkala. Keterbatasan ini berdampak pada efektivitas perencanaan dan
penentuan priortas penanganan.
Penelitian ini bertujuan untuk membangun model deteksi kawasan terduga kumuh
berbasis Convolutional Neural Network (CNN), mengidentifikasi karakteristik
morfologi kawasan kumuh, serta menganalisis distribusi spasialnya di Kota
Bandung. Model dikembangkan menggunakan pendekatan transfer learning
ResNet50V2 dengan data citra satelit resolusi tinggi yang diproses melalui teknik
tiling. Selain itu, penelitian ini merupakan bagian dari memperkuat framework
konsep U-DEVELOP yang berfungsi sebagai tahap awal dalam mendukung
peningkatan kualitas permukiman kumuh dengan bantuan AI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki performa yang baik dengan
nilai akurasi 88,18%, F1-score 87,79%, dan AUC 0,9512. Analisis Grad-CAM
menunjukkan bahwa model mampu mengenali karakteristik morfologi kawasan
kumuh berupa kepadatan bangunan tinggi, ketidakteraturan pola permukiman,
heterogenitas tekstur, variasi atap bangunan, dan minimnya ruang terbuka. Secara
spasial, kawasan terdeteksi cenderung terkonsentrasi pada sempadan sungai, rel
kereta api, dan sekitar pusat kota. Hasil validasi lapangan menunjukkan kesesuaian
yang baik antara hasil deteksi dan kondisi eksisting. Temuan ini menunjukkan
bahwa CNN berpotensi digunakan sebagai alat deteksi awal kawasan terduga
kumuh secara cepat, sistematis, dan berbasis karakteristik spasial lokal.
Perpustakaan Digital ITB