Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum-Majalaya menghadapi tantangan hidrologis
yang signifikan akibat laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat.
Fenomena ini memicu alih fungsi lahan secara masif, di mana area resapan air
konversi menjadi kawasan terbangun, yang terbukti meningkatkan limpasan
permukaan dan debit puncak aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis proyeksi debit banjir terhadap berbagai skenario perubahan tutupan
lahan di masa depan melalui kerangka kerja pemodelan terintegrasi. Metodologi
penelitian menggabungkan model Cellular Automata-Markov (CA-Markov) untuk
memproyeksikan dinamika spasial penggunaan lahan di masa depan berdasarkan
tren historis. Keandalan model hidrologi divalidasi menggunakan data debit
observasi dari stasiun pencatatan terukur. Proyeksi penutupan lahan untuk tahun
2022-2100 didominasi oleh peningkatan areal yang telah dikembangkan dan
penurunan luas hutan dan pertanian, masing-masing sebesar 15,12%, -11,19%, dan
-3,93%. Sementara itu, pada tahun 2022-2042, terjadi peningkatan areal terbangun
dan penurunan areal pertanian masing-masing sebesar 1,8% dan -1,8%.
Berdasarkan hasil simulasi debit banjir, selama periode 2022–2100, terjadi
peningkatan debit sebesar 18,19% pada periode ulang 2 tahun, dari 84,1 m3/s
menjadi 99,4 m3/s. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengkuantifikasi dampak
perubahan tata guna lahan terhadap peningkatan risiko banjir, sehingga dapat
menjadi landasan ilmiah bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan
tata ruang dan strategi mitigasi bencana banjir yang berkelanjutan di kawasan
Citarum-Majalaya.
Perpustakaan Digital ITB