digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum-Majalaya menghadapi tantangan hidrologis yang signifikan akibat laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Fenomena ini memicu alih fungsi lahan secara masif, di mana area resapan air konversi menjadi kawasan terbangun, yang terbukti meningkatkan limpasan permukaan dan debit puncak aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi debit banjir terhadap berbagai skenario perubahan tutupan lahan di masa depan melalui kerangka kerja pemodelan terintegrasi. Metodologi penelitian menggabungkan model Cellular Automata-Markov (CA-Markov) untuk memproyeksikan dinamika spasial penggunaan lahan di masa depan berdasarkan tren historis. Keandalan model hidrologi divalidasi menggunakan data debit observasi dari stasiun pencatatan terukur. Proyeksi penutupan lahan untuk tahun 2022-2100 didominasi oleh peningkatan areal yang telah dikembangkan dan penurunan luas hutan dan pertanian, masing-masing sebesar 15,12%, -11,19%, dan -3,93%. Sementara itu, pada tahun 2022-2042, terjadi peningkatan areal terbangun dan penurunan areal pertanian masing-masing sebesar 1,8% dan -1,8%. Berdasarkan hasil simulasi debit banjir, selama periode 2022–2100, terjadi peningkatan debit sebesar 18,19% pada periode ulang 2 tahun, dari 84,1 m3/s menjadi 99,4 m3/s. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengkuantifikasi dampak perubahan tata guna lahan terhadap peningkatan risiko banjir, sehingga dapat menjadi landasan ilmiah bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan tata ruang dan strategi mitigasi bencana banjir yang berkelanjutan di kawasan Citarum-Majalaya.