Wilayah perairan Indonesia yang sangat luas memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar, salah satunya adalah potensi dalam bidang perikanan. Pemanfaatan potensi perikanan selama ini dirasa kurang maksimal karena keterbatasan informasi dan teknologi mengenai lokasi penangkapan ikan yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi potensial penangkapan ikan menggunakan data dari satelit MODIS dengan studi kasus dilakukan di daerah perairan pulau jawa bagian selatan. Metode yang digunakan adalah metode berbasis penginderaan jauh (remote sensing). Dugaan lokasi potensial penangkapan ikan ditentukan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa habitat keberadaan ikan yang cukup besar akan terjadi pada daerah yang memiliki perbedaan suhu yang besar serta didukung oleh keberadaan konsentrasi klorofil yang tinggi. Daerah yang memiliki ciri seperti ini disebut sebagai daerah upwelling. Perbedaan suhu yang besar serta konsentrasi klorofil yang tinggi disebabkan oleh penaikan massa air laut yang kaya nutrient keatas permukaan laut yang disebabkan oleh adanya wilayah kosong diatas permukaan laut akibat tiupan angin. Penelitian ini menggunakan kedua parameter tersebut yaitu suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil untuk mendeteksi lokasi potensial penangkapan ikan. Konsentrasi klorofil kemudian dibagi atas tiga kelas yaitu konsentrasi rendah antara 1 mg/m3 samapai dengan 20 mg/m3 , konsentrasi sedang antara 20 mg/m3 sampai 40 mg/m3 dan konsenrtrasi tinggi antara 40 mg/m3 sampai dengan 60 mg/m3. Daerah yang memiliki perbedaan suhu yang besar adalah daerah yang memiliki perbedaan suhu lebih besar atau sama dengan 0,5 ºC dengan jarak tidak lebih dari 3 km. Untuk mendapatkan suhu permukaan laut(SPL), maka data dari band 31 dan 32 kemudian diolah menggunakan algoritma dari (Minet,2001). Penentuan daerah yang memiliki perbedaan suhu di atas atau sama dengan 0,5 ºC dilakukan menggunakan metode filter, dengan terlebih dahulu memisahkan daerah yang diliputi awan dan daerah yang bebas awan. Daerah yang berawan kemudian di keluarkan dan daerah yang bersih dari awan kemudian diolah untuk mendapatkan daerah-daerah yang memenuhi kriteria di atas. Sedangkan untuk mendapatkan sebaran klorofil, data dari band 9 dan 12 kemudian diolah menggunakan algoritma (Relly,1998). Selanjutnya dilakukan overlay dan analisis terhadap kedua data tersebut untuk menentukkan lokasi upwelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah potensial penangkapan ikan terbesar terjadi pada musim peralihan I dan sesaat setelah musim peralihan II.
Perpustakaan Digital ITB