Bank Orange sebagai bank syariah di Indonesia mengalami penurunan kinerja dalam beberapa tahun terakhir, yang tercermin dari melambatnya pertumbuhan aset, penurunan ROA, dan peningkatan NPF. Sebagai bank yang melayani segmen ultra-mikro dengan satu produk utama, model bisnis Bank Orange semakin terekspos pada risiko konsentrasi, kejenuhan pasar, serta pemulihan pascapandemi yang lebih lambat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan manajerial yang kritis terkait keberlanjutan bank, khususnya mengenai strategi diversifikasi produk yang harus dipilih. Literatur menunjukkan bahwa diversifikasi perbankan memiliki efek yang beragam dan nonlinier; keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan internal, ketersediaan sumber daya, dan kapabilitas organisasi. Oleh karena itu, asumsi dasar penelitian ini adalah bahwa jalur diversifikasi yang paling tepat adalah yang paling selaras dengan kapabilitas internal bank, baik sumber daya tangible, intangible, maupun human.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, kesiapan internal Bank Orange dievaluasi melalui wawancara ahli yang berlandaskan kerangka Resource-Based View (RBV), kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis untuk memvalidasi dan memperjelas dimensi kapabilitas tersebut. Selanjutnya, temuan kualitatif ini digunakan sebagai dasar dalam Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengukur prioritas kapabilitas serta menentukan alternatif diversifikasi yang paling sesuai bagi Bank Orange, yaitu pembiayaan Mikro, pembiayaan Korporasi, dan pembiayaan Joint.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan Mikro menjadi strategi diversifikasi yang paling selaras dengan kapabilitas internal, didukung oleh kompetensi manajerial, budaya organisasi, dan keahlian karyawan. Pembiayaan Korporasi berada di peringkat kedua, ditopang oleh kapasitas keuangan dan kesiapan TI, sementara pembiayaan Joint menjadi yang paling rendah kesesuaiannya. Untuk mendukung implementasi, disusun roadmap eksekusi bertahap yang memulai diversifikasi pada pembiayaan Mikro, disertai penguatan bertahap menuju kesiapan pembiayaan Korporasi.
Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan mengintegrasikan RBV dan AHP dalam konteks diversifikasi bank syariah, serta menunjukkan bahwa keselarasan antara kapabilitas dan strategi merupakan faktor kunci bagi pertumbuhan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini memberikan Bank Orange roadmap implementasi yang terukur dan selaras dengan kapabilitas internal untuk memperkuat keberlanjutan jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB