Penelitian ini berfokus pada pemodelan sistem lensa gravitasi dengan dua
sumber latar belakang yang dikenal sebagai Double Source Plane (DSP). DSP
merupakan sistem yang memungkinkan pengukuran kosmologi yang lebih
akurat, dengan memberikan informasi dari dua sumber latar belakang yang
memiliki redshift berbeda. Sistem yang dipilih untuk studi ini adalah Eye of
Horus (EoH), sebuah sistem lensa gravitasi kuat yang ditemukan pertama kali
pada survei Hyper Suprime-Cam Subaru Strategic Program. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji distribusi massa galaksi pelensa menggunakan data
fotometri dan spektroskopi, serta menganalisis struktur keseluruhan dari EoH
dengan menggabungkan pemodelan distribusi massa dan analisis dinamika
sistemnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
rekonstruksi lensa parametrik menggunakan perangkat lunak glafic, yang
menggabungkan data fotometri dari Hubble Space Telescope dan data
spektroskopi dari Sloan Data Sky Survey (SDSS). Pemodelan ini melibatkan
komponen-komponen massa galaksi dengan profil Hernquist, NFW, dan model
sumber dengan profil S´ersic. Penelitian ini juga mempersiapkan analisis lebih
lanjut untuk memahami kontribusi materi gelap melalui studi dinamis
menggunakan data spektroskopi yang tersedia. Hasil pemodelan
menunjukkan dominasi materi gelap pada total massa galaksi lensa. Validasi
dilakukan melalui analisis spektroskopi menggunakan pPXF, yang
menghasilkan dispersi kecepatan bintang sebesar 336,49 ± 41,67 km/s. Massa
dinamis galaksi yang dihitung dibandingkan dengan massa bintang dari
pemodelan lensa, menghasilkan parameter mismatch ?IMF = 2,09±0,52,
mendekati Initial Mass Function (IMF) Salpeter. Temuan ini mengindikasikan
bahwa EoH memiliki populasi bintang bermassa rendah yang lebih banyak
dibandingkan prediksi IMF Chabrier, selaras dengan kecenderungan pada
galaksi masif di redshift menengah.
Perpustakaan Digital ITB