digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhamad Fahmi Idris
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

TA_Muhamad Fahmi Idris
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengamatan aktivitas mikroseismik pada area panas bumi merupakan salah satu metode penting untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan zona permeabilitas yang berperan dalam sirkulasi fluida reservoir. Keakuratan informasi tersebut sangat bergantung pada ketelitian penentuan lokasi hiposenter kejadian mikroseismik, karena kesalahan lokasi akan memengaruhi interpretasi kondisi bawah permukaan. Penentuan lokasi hiposenter dilakukan dengan meminimalkan selisih antara waktu tempuh gelombang seismik hasil observasi dan hasil perhitungan berdasarkan model kecepatan. Pada penelitian ini, algoritma inversi simulated annealing diterapkan untuk menentukan lokasi hiposenter kejadian mikroseismik di lapangan geotermal "FF". Perhitungan waktu tempuh gelombang seismik dilakukan menggunakan metode ray tracing shooting dengan memanfaatkan model kecepatan 1D. Solusi hiposenter diperoleh melalui proses pencarian global yang bertujuan meminimalkan nilai root mean square (RMS) misfit antara waktu tempuh observasi dan kalkulasi. Hasil inversi menunjukkan bahwa algoritma simulated annealing mampu menghasilkan lokasi hiposenter dengan nilai RMS yang kecil dan sebaran yang lebih konsisten secara statistik. Lokasi hiposenter hasil inversi selanjutnya digunakan sebagai masukan (input) dalam pemodelan tomografi seismik 3D untuk memperoleh struktur kecepatan gelombang P ????????????????, gelombang S (????????), serta rasio ?????????????????. Perhitungan waktu tempuh pada model kecepatan 3D dilakukan menggunakan metode ray tracing pseudobending, sedangkan inversi tomografi dilakukan dengan pendekatan simulated annealing. Hasil pemodelan tomografi memberikan gambaran variasi kecepatan seismik bawah permukaan yang berkaitan dengan karakteristik sistem panas bumi di lapangan "FF". Integrasi antara metode penentuan hiposenter yang presisi dan pencitraan tomografi ini memungkinkan identifikasi zona anomali kecepatan yang merepresentasikan keberadaan batuan tudung (cap rock), zona reservoir, hingga potensi sumber panas (heat source). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma simulated annealing sangat efektif untuk penentuan lokasi hiposenter dan pencitraan tomografi seismik 3D, sehingga memberikan landasan interpretasi yang lebih kuat dalam pengembangan lapangan geotermal.