ABSTRAK Muhamad Fahmi Idris
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
TA_Muhamad Fahmi Idris
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengamatan aktivitas mikroseismik pada area panas bumi merupakan salah satu
metode penting untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan zona
permeabilitas yang berperan dalam sirkulasi fluida reservoir. Keakuratan informasi
tersebut sangat bergantung pada ketelitian penentuan lokasi hiposenter kejadian
mikroseismik, karena kesalahan lokasi akan memengaruhi interpretasi kondisi
bawah permukaan. Penentuan lokasi hiposenter dilakukan dengan meminimalkan
selisih antara waktu tempuh gelombang seismik hasil observasi dan hasil
perhitungan berdasarkan model kecepatan. Pada penelitian ini, algoritma inversi
simulated annealing diterapkan untuk menentukan lokasi hiposenter kejadian
mikroseismik di lapangan geotermal "FF". Perhitungan waktu tempuh gelombang
seismik dilakukan menggunakan metode ray tracing shooting dengan
memanfaatkan model kecepatan 1D. Solusi hiposenter diperoleh melalui proses
pencarian global yang bertujuan meminimalkan nilai root mean square (RMS)
misfit antara waktu tempuh observasi dan kalkulasi. Hasil inversi menunjukkan
bahwa algoritma simulated annealing mampu menghasilkan lokasi hiposenter
dengan nilai RMS yang kecil dan sebaran yang lebih konsisten secara statistik.
Lokasi hiposenter hasil inversi selanjutnya digunakan sebagai masukan (input)
dalam pemodelan tomografi seismik 3D untuk memperoleh struktur kecepatan
gelombang P ????????????????, gelombang S (????????), serta rasio ?????????????????. Perhitungan waktu tempuh
pada model kecepatan 3D dilakukan menggunakan metode ray tracing pseudobending,
sedangkan inversi tomografi dilakukan dengan pendekatan simulated
annealing. Hasil pemodelan tomografi memberikan gambaran variasi kecepatan
seismik bawah permukaan yang berkaitan dengan karakteristik sistem panas bumi
di lapangan "FF". Integrasi antara metode penentuan hiposenter yang presisi dan
pencitraan tomografi ini memungkinkan identifikasi zona anomali kecepatan yang
merepresentasikan keberadaan batuan tudung (cap rock), zona reservoir, hingga
potensi sumber panas (heat source). Secara keseluruhan, penelitian ini
menunjukkan bahwa algoritma simulated annealing sangat efektif untuk penentuan
lokasi hiposenter dan pencitraan tomografi seismik 3D, sehingga memberikan
landasan interpretasi yang lebih kuat dalam pengembangan lapangan geotermal.
Perpustakaan Digital ITB