Kanker ovarium menempati peringkat ke-3 sebagai penyebab kematian akibat kanker. Salah satu penyebabnya adalah resistensi sel kanker terhadap pengobatan kemoterapi yang ada, sehingga dibutuhkan pengembangan obat. Aktivitas Fokal Adesi Kinase (FAK) yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi sel kanker terhadap terapi yang dijalani. Sebuah studi menunjukkan potensi turunan 2-anilinopirimidin sebagai inhibitor FAK. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan model Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) untuk mengidentifikasi parameter fisikokimia yang berperan dalam aktivitas penghambatan terhadap FAK, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan senyawa turunan 2-anilinopirimidin baru dengan nilai IC50 yang lebih baik. Sebanyak 45 senyawa turunan 2-anilinopirimidin dimodelkan dalam bentuk struktur tiga dimensi, kemudian dioptimasi dengan metode Density Functional Theory (DFT) dengan pendekatan fungsi B3LYP dan basis set 6-31G, dan dihitung nilai deskriptor molekulnya dengan menggunakan beberapa perangkat lunak. Data senyawa yang diperoleh dibagi menjadi training set dan test set. Model dibangun dengan training set menggunakan regresi multilinier dan divalidasi secara internal. Tidak ada model akhir yang diperoleh dari penelitian ini karena belum memenuhi seluruh kriteria, akan tetapi, berdasarkan hasil analisis deskriptor pada model yang dihasilkan, deskriptor LogS, Rotbonds, TPSA, HBA, momen dipol, dan polarisabilitas adalah deskriptor-deskriptor yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas inhibisi FAK.
Perpustakaan Digital ITB