digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penurunan kualitas air danau semakin meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas manusia maupun adanya aktivitas alam di area sekitar danau. Sehingga masalah mengenai penurunan kualitas air pada perairan danau menjadi salah satu hal yang paling krusial dalam beberapa dekade ini. Daerah yang dijadikan penelitian oleh penulis adalah Kawah Putih dan Situ Patenggang. Kawah Putih dan Situ Patenggang merupakan danau dengan karakteristik yang berbeda. Metode penginderaan jauh menjadi salah satu cara efektif untuk mendeteksi perubahan karakter fisik pada perairan danau. Data penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 3 jenis citra satelit, yakni Landsat 8 OLI dan TIRS, ASTER, dan citra SAR generasi terbaru Sentinel-1A. Dalam penelitian ini, dilakukan metode penghitungan jumlah kandungan sedimen yang tersebar di permukaan air dilakukan dengan algoritma TSS (Total Suspended Solid). Parameter fisik lain yang dianalisis dalam penelitian ini adalah suhu permukaan danau berdasarkan brightness temperature yang dipantulkan oleh objek air. Nilai koefisien hambur balik dari objek air berdasarkan citra Sentinel-1A menjadi salah satu data pendukung untuk melihat kondisi perubahan fisik pada danau. Analisis perubahan fisik yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan jenis danau, yaitu vulkanik dan non-vulkanik serta validasi data lapangan berupa suhu air dan TSS yang sebenarnya. Berdasarkan hasil pengolahan citra, perbedaan jenis danau (danau vulkanik dan danau non-vulkanik) cenderung memberikan pengaruh besar terhadap suhu permukaan air danau namun tidak berpengaruh terlalu banyak terhadap perubahan kandungan sedimen. Kandungan sedimen yang tersebar di perairan danau Kawah Putih dan Situ Patenggang cenderung dipengaruhi oleh tingginya aktivitas manusia di sekitar danau.