digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rezqian Nur Afrizal
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Perairan Cirebon merupakan wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh masukan nutrien dari berbagai aktivitas antropogenik sehingga memiliki dinamika produktivitas primer yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju pertumbuhan bersih (net growth rate) fitoplankton (?) berdasarkan perubahan kelimpahan fitoplankton hasil pengamatan mikroskopis, menerapkan Persamaan Hukum Minimum Liebig untuk mengestimasi laju pertumbuhan fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a, serta mengevaluasi kesesuaian hasil model dengan data observasi. Data yang digunakan meliputi kelimpahan fitoplankton, nitrat, fosfat, suhu, intensitas cahaya, dan klorofil-a di Perairan Cirebon pada periode November 2025–April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan bersih fitoplankton hasil observasi berkisar antara ?0,999 hingga 1,151 hari?¹, sedangkan hasil perhitungan menggunakan Persamaan Hukum Minimum Liebig berkisar antara 0,0011 hingga 0,3634 hari?¹. Uji korelasi Pearson antara ? hasil perhitungan dan ? observasi menghasilkan nilai r = ?0,0802 dengan p-value = 0,6472 dan RMSE = 0,4445 hari?¹, yang menunjukkan hubungan sangat lemah dan tidak signifikan. Sementara itu, estimasi klorofil-a hasil model memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap data observasi (r = 0,6958; p-value = 0,00000572) dengan RMSE = 8,6110 mg/m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Persamaan Hukum Minimum Liebig belum mampu merepresentasikan net growth rate fitoplankton di Perairan Cirebon, namun telah mampu mengikuti pola variasi konsentrasi klorofil a dengan cukup baik. Oleh karena itu, model masih memerlukan kalibrasi parameter serta penambahan faktor biologis dan oseanografi agar mampu merepresentasikan dinamika pertumbuhan fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a di Perairan Cirebon secara lebih akurat.