Perairan Cirebon merupakan wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh masukan
nutrien dari berbagai aktivitas antropogenik sehingga memiliki dinamika
produktivitas primer yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
laju pertumbuhan bersih (net growth rate) fitoplankton (?) berdasarkan perubahan
kelimpahan fitoplankton hasil pengamatan mikroskopis, menerapkan Persamaan
Hukum Minimum Liebig untuk mengestimasi laju pertumbuhan fitoplankton dan
konsentrasi klorofil-a, serta mengevaluasi kesesuaian hasil model dengan data
observasi. Data yang digunakan meliputi kelimpahan fitoplankton, nitrat, fosfat,
suhu, intensitas cahaya, dan klorofil-a di Perairan Cirebon pada periode November
2025–April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan bersih
fitoplankton hasil observasi berkisar antara ?0,999 hingga 1,151 hari?¹, sedangkan
hasil perhitungan menggunakan Persamaan Hukum Minimum Liebig berkisar
antara 0,0011 hingga 0,3634 hari?¹. Uji korelasi Pearson antara ? hasil perhitungan
dan ? observasi menghasilkan nilai r = ?0,0802 dengan p-value = 0,6472 dan
RMSE = 0,4445 hari?¹, yang menunjukkan hubungan sangat lemah dan tidak
signifikan. Sementara itu, estimasi klorofil-a hasil model memiliki korelasi positif
yang signifikan terhadap data observasi (r = 0,6958; p-value = 0,00000572) dengan
RMSE = 8,6110 mg/m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Persamaan Hukum
Minimum Liebig belum mampu merepresentasikan net growth rate fitoplankton di
Perairan Cirebon, namun telah mampu mengikuti pola variasi konsentrasi klorofil
a dengan cukup baik. Oleh karena itu, model masih memerlukan kalibrasi parameter
serta penambahan faktor biologis dan oseanografi agar mampu merepresentasikan
dinamika pertumbuhan fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a di Perairan Cirebon
secara lebih akurat.
Perpustakaan Digital ITB