digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ismatus Sa'Adah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Program mandatori biodiesel di Indonesia telah memasuki implementasi B50 sejak 1 Juli 2026 sebagai bagian dari transisi energi nasional. Peningkatan kadar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam biosolar meningkatkan tantangan pada sifat aliran dingin (cold flow properties) karena FAME berbasis minyak sawit memiliki kandungan Long Chain Saturated Fatty Acid (LCSFA) yang tinggi sehingga mudah mengkristal pada suhu rendah. Penelitian ini mengevaluasi isomerisasi FAME menggunakan katalis bifungsional Ni-Ag/SAPO-11 dengan Ni-Ag/ZSM-48 dan katalis komersial PK-200 IDS sebagai pembanding pada variasi waktu reaksi, tekanan hidrogen (1 atm dan 40 bar), serta loading logam Ag-Ni. Katalis dikarakterisasi menggunakan XRD, XRF, dan BET, sedangkan produk dianalisis menggunakan GC-MS serta pengujian cloud point dan pour point. Hasil menunjukkan bahwa isomerisasi skeletal tidak terjadi pada seluruh kondisi percobaan. Reaksi didominasi oleh hidrogenasi, terutama pada Ni-Ag/SAPO-11 pada tekanan 40 bar, serta cracking pada kondisi tanpa logam aktif atau tekanan rendah, sedangkan Ni-Ag/ZSM-48 hanya menunjukkan isomerisasi geometri cis-trans. Akibatnya, sifat aliran dingin biodiesel pada Ni-Ag/SAPO-11 pada tekanan tinggi justru lebih buruk dibandingkan pada tekanan atmosferik. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi katalis dan kondisi operasi yang digunakan belum efektif menghasilkan isomerisasi skeletal, sehingga diperlukan optimasi rasio fungsi logam–asam dan kondisi reaksi untuk meningkatkan pembentukan isomer bercabang.