ABSTRAK Nadya Putri Widjaya
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
TA_Nadya Putri Widjaya
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan teknologi mitigasi emisi karbon dioksida (CO?) melalui penangkapan, transportasi, dan penyimpanan CO? ke dalam reservoir bawah permukaan. Keberhasilan implementasi bergantung pada sistem pemantauan yang mampu mendeteksi perubahan kondisi reservoir. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah seismik refleksi selang waktu (time-lapse seismic) karena mampu mendeteksi perubahan sifat elastik batuan akibat perubahan saturasi fluida. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan respons seismik akibat injeksi CO? pada reservoir Formasi Mantawa, Lapangan "ADYNIA", Sulawesi Tengah, menggunakan pendekatan Differential Effective Medium (DEM) serta mengevaluasi kemampuan metode time-lapse seismic dalam memantau perkembangan plume CO?. Penelitian diawali dengan penyusunan model struktur kedalaman dan pemodelan properti elastik reservoir berupa kecepatan gelombang P (Vp), kecepatan gelombang S (Vs), dan densitas pada kondisi baseline. Selanjutnya dilakukan substitusi fluida menggunakan metode Differential Effective Medium (DEM) untuk memperoleh model setelah injeksi CO?. Kedua model digunakan sebagai masukan simulasi propagasi gelombang menggunakan NORSAR 3D untuk menghasilkan seismogram sintetik, yang kemudian diolah menggunakan REVEAL melalui tahapan pengaturan geometri, koreksi Normal Moveout (NMO), stacking, pre-stack time migration (PreSTM), dan post-stack time migration (PostSTM). Analisis difference section dan time slice dilakukan untuk mengidentifikasi distribusi plume CO?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi CO? menyebabkan penurunan Vp sebesar 0,73% menjadi 3112,07 m/s, peningkatan Vs sebesar 5,77% menjadi 1700,78 m/s, serta penurunan densitas sebesar 4,13% menjadi 2,097 g/cc pada zona reservoir. Selain itu, PreSTM menghasilkan pencitraan geometri plume yang lebih baik dibandingkan PostSTM, sedangkan visualisasi time slice menunjukkan perkembangan distribusi plume secara lateral yang konsisten dengan skenario injeksi. Hasil penelitian membuktikan metode seismik selang waktu mampu merepresentasikan perubahan sifat elastik reservoir serta memantau perkembangan plume CO? secara efektif sebagai acuan sistem pemantauan geofisika pada implementasi CCS.
Perpustakaan Digital ITB