Structural Health Monitoring (SHM) memerlukan metode yang efisien untuk
memperkirakan respons struktur di luar lokasi yang dapat dijangkau oleh sensor
fisik. Meskipun simulasi finite element (FE) mampu memberikan informasi
responsmenyeluruh, analisis berulang dapat membutuhkan biaya komputasi yang
besar. Penelitian ini mengembangkan kerangka reduced-order berbasis data untuk
merekonstruksi respons displacement full-field dari riwayat waktu akselerasi.
Dataset respons dinamik dihasilkan menggunakan ABAQUS pada struktur kantilever
dengan kondisi eksitasi yang bervariasi. Principal Component Analysis
(PCA) digunakan untuk mereduksi medan displacement berdimensi 6840 menjadi
100 komponen, yang setara dengan reduksi dimensionalitas sekitar 98.54%.
Meskipun jumlah komponen yang lebih sedikit telah mampu menangkap sebagian
besar cumulative variance, pengurangan komponen yang signifikan dapat
mempengaruhi karakteristik respons sekunder. Oleh karena itu, jumlah akhir
komponen PCA mempertimbangkan explained variance, stabilitas pelatihan, dan
performa prediksi. Model LSTM–MLP kemudian dikembangkan untuk mempelajari
hubungan riwayat waktu antara akselerasi dan displacement. Model mencapai
nilai R2 sebesar 0.866 untuk displacement magnitude dan 0.907 untuk komponen
dominan uz. Dengan menggunakan enam sensor akselerasi sparse, model mampu
merekonstruksi displacement pada 2280 node dengan rata-rata R2 sekitar 0.945.
Medan displacement hasil rekonstruksi selanjutnya digunakan untuk FEM-based
stress recovery, yang menunjukkan potensi pendekatan reduced-order berbasis
akselerasi untuk aplikasi SHM.
Perpustakaan Digital ITB