BAB 1 Eugenia Kesya Annindya Putri
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Eugenia Kesya Annindya Putri
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Eugenia Kesya Annindya Putri
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Eugenia Kesya Annindya Putri
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Eugenia Kesya Annindya Putri
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Eugenia Kesya Annindya Putri
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Swabakar batubara merupakan sumber bahaya dan kerugian yang signifikan pada kegiatan
penambangan dan penimbunan batubara, sementara penentuan kecenderungan swabakar
melalui uji laboratorium tergolong mahal, memakan waktu lama, dan terbatas cakupannya.
Penelitian ini membangun model numerik dua dimensi berbasis Metode Volume Hingga pada
kerangka Kesetimbangan Termal Lokal, dengan laju oksidasi orde satu mengikuti kinetika
Arrhenius temperatur rendah dan diimplementasikan menggunakan MATLAB, untuk menelaah
pengaruh difusi oksigen dan ukuran domain terhadap temperatur kritis swabakar. Sebanyak 90
dijalankan pada empat nilai difusivitas oksigen (1,1 sampai 4,4 × 10?? m² s?¹) dan empat ukuran
domain (2,5; 5; 10; dan 15 cm). Temperatur kritis ditentukan melalui pengapitan status tunak
dan menyala berdasarkan titik balik indeks keseimbangan termal ?, yaitu rasio laju
pembangkitan terhadap laju disipasi panas yang dievaluasi langsung dari medan hasil simulasi
volume hingga.
Uji sensitivitas langkah waktu menghasilkan orde konvergensi teramati sebesar 1,00, sehingga
langkah waktu 1 sekon ditetapkan untuk seluruh simulasi. Hasil menunjukkan temperatur kritis
membentang dari 304,5 K pada domain 15 cm sampai 352,5 K pada domain 2,5 cm, serta
menurun secara logaritmik terhadap ukuran domain dengan koefisien determinasi tidak kurang
dari 0,994, sesuai ramalan teori Frank-Kamenetskii. Ukuran domain merupakan peubah
dominan dengan penurunan 38,5 sampai 46,5 K, sedangkan difusivitas oksigen berpengaruh 1,5
sampai 9,5 K dengan pengaruh yang menguat secara monoton terhadap ukuran. Kedua peubah
terkopel melalui modulus Thiele, yang melintasi nilai satu antara domain 5 dan 10 cm
bersamaan dengan bilangan Biot, menandai peralihan rezim dari kendali kinetika ke kendali
difusi.
Perpustakaan Digital ITB