Harga komoditas pangan dipengaruhi oleh interaksi permintaan dan penawaran yang
tidak bersifat seketika sehingga perlu dipertimbangkan adanya jeda waktu dalam respons
pasar. Penelitian ini memodifikasi model Kobayashi. Persamaan diferensial waktu
tunda yang memodelkan dinamika harga melalui interaksi permintaan dan penawaran
dimodifikasi dengan menambahkan fungsi input yang bergantung pada waktu agar
model dapat merepresentasikan faktor temporal yang memengaruhi pasar. Fungsi
input diperoleh melalui regresi polinomial terhadap data permintaan dan penawaran.
Fungsi histori dibangun dari data harga periode sebelumnya dan parameter diestimasi
menggunakan Particle Swarm Optimization. Sebagai pembanding, model analisis deret
waktu berbasis ARIMA juga dibangun. Kedua model diterapkan pada data harga bulanan
cabai rawit merah dan bawang merah dari Badan Pangan Nasional. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model persamaan diferensial waktu tunda memberikan prediksi
yang lebih baik pada cabai rawit merah dengan waktu tunda terbaik tiga bulan yang
selaras dengan siklus produksi komoditas tersebut di lapangan. Pada bawang merah,
model analisis deret waktu lebih unggul. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa
performa model persamaan diferensial waktu tunda dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat
harga antara periode histori dan estimasi. Temuan ini dikonfirmasi melalui analisis
korelasi pada lima skenario komoditas.
Perpustakaan Digital ITB