Penelitian ini bertujuan memodelkan struktur bawah permukaan endapan batubara di Desa Bedeng Obak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) dengan konfigurasi dipole-dipole. Data diperoleh dari 11 lintasan geolistrik dan diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV melalui inversi Smoothness-Constrained Least Squares untuk menghasilkan model resistivitas dua dimensi (2D). Hasil inversi kemudian diintegrasikan dengan data log pemboran untuk menyusun model Quasi 3D yang menggambarkan distribusi resistivitas bawah permukaan secara regional.
Hasil interpretasi menunjukkan bahwa di daerah penelitian, zona resistivitas rendah <15 ?·m diinterpretasikan sebagai batu lempung, batu lanau, dan material jenuh air, sedangkan resistivitas menengah 30–100 ?·m merepresentasikan batu pasir dan sedimen kompak. Zona resistivitas tinggi >100 ?·m diinterpretasikan sebagai lapisan batubara. Model inversi memiliki kualitas yang baik dengan nilai Root Mean Square (RMS) error sebesar 9,6–9,9%, yang menunjukkan kesesuaian yang baik antara data pengukuran dan hasil inversi. Dari 11 lintasan yang diukur hanya pada Line 1A, Line 7 dan Line 2A memperlihatkan sebagai lapisan batubara yang relatif tebal, menerus, dan prospektif, sedangkan Line 5A menunjukkan anomali resistivitas tinggi namun batubara yang terberbentuk hanya lapisan tipis yang diduga berkaitan dengan deformasi struktur geologi.
Integrasi hasil ERT dengan data log pemboran menunjukkan korelasi yang kuat antara nilai resistivitas dan litologi bawah permukaan, di mana seam batubara berasosiasi dengan zona resistivitas tinggi. Model Quasi 3D mengindikasikan konsentrasi utama endapan batubara berada pada bagian barat hingga tengah daerah penelitian, sementara bagian timur laut didominasi material beresistivitas rendah. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode ERT konfigurasi dipole-dipole efektif untuk dasar eksplorasi batubara karena mampu mengidentifikasi distribusi litologi, kedalaman, ketebalan seam, serta struktur geologi bawah permukaan sebagai dasar yang andal dalam mendukung eksplorasi dan perencanaan penambangan.
Perpustakaan Digital ITB