Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang ditandai
oleh obsesi (pikiran intrusif berulang) dan kompulsi (perilaku repetitif yang dilakukan
untuk mengurangi kecemasan). Berdasarkan studi neuroimaging, pasien penderita
OCD mengalami aktivitas berlebih (hiperaktivasi) dan hipersinkronisasi pada
sirkuit Cortico-Striatal-Thalamic-Cortical (CSTC). Tugas Akhir ini memodelkan dinamika
patologis tersebut menggunakan dua pendekatan matematis: Model Wilson-
Cowan untuk merepresentasikan aktivitas populasi neuron eksitatori dan inhibitori
secara lokal, serta Model Kuramoto untuk merepresentasikan sinkronisasi fase antararea
otak secara global. Dengan menggabungkan kedua model melalui mekanisme
plastisitas sinaptik berbasis aturan Hebbian, diperoleh dua model integrasi, yaitu
model efek tidak langsung, di mana perubahan bobot konektivitas memengaruhi
kedua model secara terpisah, dan model efek langsung, di mana dinamika aktivitas
dan fase saling memengaruhi secara eksplisit melalui siklus umpan balik tertutup.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa model efek langsung memberikan representasi
yang paling akurat dan relevan secara biologis, karena mampu menghasilkan siklus
umpan balik antara hiperaktivasi dan hipersinkronisasi sekaligus mempertahankan
osilasi latar belakang yang merepresentasikan aktivitas resting-state pada otak
sehat.
Perpustakaan Digital ITB