digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 SALWA SABIRA ABSTRAK
PUBLIC Open In Flipbook Dwi Ary Fuziastuti

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang ditandai oleh obsesi (pikiran intrusif berulang) dan kompulsi (perilaku repetitif yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan). Berdasarkan studi neuroimaging, pasien penderita OCD mengalami aktivitas berlebih (hiperaktivasi) dan hipersinkronisasi pada sirkuit Cortico-Striatal-Thalamic-Cortical (CSTC). Tugas Akhir ini memodelkan dinamika patologis tersebut menggunakan dua pendekatan matematis: Model Wilson- Cowan untuk merepresentasikan aktivitas populasi neuron eksitatori dan inhibitori secara lokal, serta Model Kuramoto untuk merepresentasikan sinkronisasi fase antararea otak secara global. Dengan menggabungkan kedua model melalui mekanisme plastisitas sinaptik berbasis aturan Hebbian, diperoleh dua model integrasi, yaitu model efek tidak langsung, di mana perubahan bobot konektivitas memengaruhi kedua model secara terpisah, dan model efek langsung, di mana dinamika aktivitas dan fase saling memengaruhi secara eksplisit melalui siklus umpan balik tertutup. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model efek langsung memberikan representasi yang paling akurat dan relevan secara biologis, karena mampu menghasilkan siklus umpan balik antara hiperaktivasi dan hipersinkronisasi sekaligus mempertahankan osilasi latar belakang yang merepresentasikan aktivitas resting-state pada otak sehat.