Risiko gagal bayar merupakan salah satu sumber kerugian bagi perusahaan
layanan pinjaman pendanaan bersama (peer-to-peer lending). Kerugian yang
timbul menunjukkan pola distribusi yang menceng ke kanan serta berpotensi
menghasilkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan
pemodelan yang mampu merepresentasikan kemungkinan munculnya kerugian
yang lebih besar. Penelitian Tugas Akhir ini memodelkan kerugian akibat gagal
bayar menggunakan distribusi gamma beserta modifikasinya, yaitu Compound
Laplace–Gamma (CLG), Shanker–Gamma tipe I (SGD1), dan Shanker–Gamma
tipe II (SGD2). Distribusi gamma dipilih karena cukup baik dalam menangkap
pola kemencengan pada data kerugian, namun modifikasi tetap diperlukan untuk
memperbaiki karakteristik kerugian yang lebih besar. Parameter dari
masing-masing distribusi diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood
Estimation (MLE), yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi risiko melalui
Value-at-Risk (VaR). Hasil prediksi dan validasi menunjukkan bahwa distribusi
CLG menghasilkan prediksi risiko yang cenderung konservatif. Sementara itu,
distribusi SGD1 dan SGD2 mampu merepresentasikan kerugian akibat gagal bayar
dengan cukup baik, masing-masing dengan keunggulan yang berbeda. SGD2 lebih
unggul dalam merepresentasikan kerugian yang lebih besar pada bagian ekor
distribusi, sedangkan SGD1 lebih akurat dalam menggambarkan pemusatan data
serta menghasilkan prediksi risiko yang paling konsisten. Oleh karena itu,
pemilihan antara distribusi SGD1 dan SGD2 dapat disesuaikan dengan preferensi
serta profil risiko pengambil keputusan.
Perpustakaan Digital ITB