digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Risiko gagal bayar merupakan salah satu sumber kerugian bagi perusahaan layanan pinjaman pendanaan bersama (peer-to-peer lending). Kerugian yang timbul menunjukkan pola distribusi yang menceng ke kanan serta berpotensi menghasilkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemodelan yang mampu merepresentasikan kemungkinan munculnya kerugian yang lebih besar. Penelitian Tugas Akhir ini memodelkan kerugian akibat gagal bayar menggunakan distribusi gamma beserta modifikasinya, yaitu Compound Laplace–Gamma (CLG), Shanker–Gamma tipe I (SGD1), dan Shanker–Gamma tipe II (SGD2). Distribusi gamma dipilih karena cukup baik dalam menangkap pola kemencengan pada data kerugian, namun modifikasi tetap diperlukan untuk memperbaiki karakteristik kerugian yang lebih besar. Parameter dari masing-masing distribusi diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE), yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi risiko melalui Value-at-Risk (VaR). Hasil prediksi dan validasi menunjukkan bahwa distribusi CLG menghasilkan prediksi risiko yang cenderung konservatif. Sementara itu, distribusi SGD1 dan SGD2 mampu merepresentasikan kerugian akibat gagal bayar dengan cukup baik, masing-masing dengan keunggulan yang berbeda. SGD2 lebih unggul dalam merepresentasikan kerugian yang lebih besar pada bagian ekor distribusi, sedangkan SGD1 lebih akurat dalam menggambarkan pemusatan data serta menghasilkan prediksi risiko yang paling konsisten. Oleh karena itu, pemilihan antara distribusi SGD1 dan SGD2 dapat disesuaikan dengan preferensi serta profil risiko pengambil keputusan.