ABSTRAK Ardani Merdiatova
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
TUGAS AKHIR Ardani Merdiatova
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Perairan Timur Sulawesi Tenggara merupakan kawasan dengan kondisi geologi
yang kompleks akibat interaksi Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik yang
membentuk berbagai struktur geologi serta cekungan sedimen. Kondisi tersebut
menyebabkan konfigurasi batuan dasar (basement) di wilayah ini masih belum
sepenuhnya dipahami, padahal informasi mengenai geometri basement penting
untuk mendukung interpretasi geologi bawah permukaan dan memahami
perkembangan cekungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh
penggunaan data TMI, RTE, dan RTP terhadap hasil inversi tiga dimensi
menggunakan MagB_Inv, menentukan hasil inversi yang paling representatif
berdasarkan parameter yang diuji, serta menginterpretasikan karakteristik magnetic
basement dalam kaitannya dengan kondisi geologi regional. Data yang digunakan
berupa Total Magnetic Anomaly (TMA) dari Marine Magnetic Anomaly Map of
East Asia (MAMEA) dan data batimetri dari General Bathymetric Chart of the
Oceans (GEBCO). Pengolahan data meliputi gridding, pembentukan data TMI,
RTE, dan RTP, analisis Radially Averaged Power spectrum (RAPS), penentuan
parameter inversi, serta inversi tiga dimensi menggunakan MagB_Inv secara iteratif
berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) error. Hasil RAPS menunjukkan
kedalaman sumber regional sebesar 8,50 km, 8,38 km, dan 7,57 km untuk TMI,
RTE, dan RTP, sedangkan sumber residual masing-masing sebesar 1,15 km, 1,16
km, dan 1,38 km. Hasil inversi menunjukkan bahwa TMI dan RTP skenario kedua
menghasilkan model yang relatif lebih stabil, sedangkan RTE dan RTP skenario
pertama menunjukkan keterbatasan pada proses konvergensi dan bentuk relief yang
dihasilkan. Hasil RTP juga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena pola
anomalinya cenderung tertarik ke arah utara. Perbandingan dengan data seismik
menunjukkan bahwa belum terdapat model yang berimpit penuh dengan geometri
basement seismik. Hasil slicing menunjukkan adanya variasi lateral kedalaman
magnetic basement yang secara indikatif berkaitan dengan tinggian, rendahan, dan
perubahan ketebalan sedimen pada daerah penelitian.
Perpustakaan Digital ITB