digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kebutuhan air penduduk Jawa Barat semakin meningkat. Pola distribusi dan aliran penyediaan air sangat dibutuhkan secara spasial. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola distribusi dan aliran penyediaan air dengan ruang lingkup wilayah Provinsi Jawa Barat pada tingkat kabupaten/kota. Metode yang digunakan adalah pertama pemodelan distribusi selisih ketersediaan air dan kedua adalah pemodelan aliran penyediaan air. Pemodelan pertama menggunakan sistem grid skala ragam 30” x 30” berdasarkan data potensi ketersediaan air permukaan dan air tanah Provinsi Jawa Barat. Pembobotan dilakukan menggunakan Indeks Jasa Ekosistem Pengaturan dan Penyediaan Air (IJEPPA) sedangkan pemodelan kedua menggunakan analisis hidrologi simulasi air yang meliputi identifikasi zona fill sink, zona flow direction, zona flow accumulation dan pembagian cluster daerah penyediaan air berdasarkan akumulasi aliran. Berdasarkan hasil penelitian, aliran air mengalir dari wilayah dengan ketersediaan air berlebih ke wilayah dengan ketersediaan air berkurang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemetaan pola distribusi selisih ketersediaan air dapat dilakukan dengan sistem grid dan pemetaan aliran penyediaan air dapat dilakukan dengan analisis hidrologi simulasi air. Namun demikian, pemodelan dapat lebih baik bila didukung dengan perhitungan potensi air yang lebih rinci pada tingkat kabupaten/kota.