Katalis heterogen berperan besar dalam industri kimia dan petrokimia. Sebagai contoh, industri pemrosesan metanol ke bensin (MTG) memerlukan katalis heterogen berbasis zeolit yang memiliki mikropori dan keasaman dalam prosesnya. Zeolit juga dapat berperan sebagai penyangga katalis untuk logam. Logam ini dimasukkan ke dalam zeolit dengan metode impregnasi. Sebagai contoh, reaksi hidrodeoksigenasi menggunakan katalis logam nikel dan kobalt yang disangga oleh zeolit. Reaksi ini berperan penting dalam proses pemurnian biomassa untuk memperoleh bahan bakar alternatif. Namun demikian, kebanyakan katalis yang umum dipakai mengalami masalah difusi sehingga deaktivasi katalis terjadi lebih cepat. Pada kasus penyangga zeolit, masalah difusi dapat dikurangi dengan menambahkan pori hirarkis (mesopori). Dalam penelitian ini, zeolit komersil dengan topologi BEA didesilikasi
(Desil ? BEA) secara hidrotermal dalam kondisi basa menggunakan surfaktan untuk
memberikan mesopori. Berkaitan dengan reaksi katalitik, katalis berbasis logam mulia saat ini
dinilai tidak layak secara tekno-ekonomi sehingga katalis berbasis logam transisi bimetalik
dapat menjadi solusi. Kombinasi oksida logam besi-molibdenum (Fe3O4 ? MoO3), besi-nikel (Fe3O4 ? NiO), dan nikel-molibdenum (NiO ? MoO3) dipilih untuk diimpregnasi ke dalam
zeolit berpori hierarkis. Katalis bimetalik yang sudah dibuat kemudian dianalisis untuk
menentukan strukturnya. Hasil dari analisis X-Ray diffraction (XRD) menunjukkan bahwa zeolit BEA mempertahankan kristalinitasnya setelah diimpregnasi dengan logam. Kemudian, hasil analisis energy-dispersive spectroscopy (EDS) menunjukkan bahwa logam-logam telah terimpregnasi ke dalam zeolit. Hasil dari analisis scanning electron microscope (SEM) dan fisisorpsi nitrogen membuktikan bahwa pori hierarkis pada zeolit telah terbentuk. Analisis
temperature-programmed reduction (TPR) menunjukkan bahwa katalis Fe ? Ni/Desil ? BEA lebih mudah tereduksi dibandingkan dengan katalis Fe ? Mo/Desil ? BEA dan Ni ?
Perpustakaan Digital ITB