Deformasi akibat fenomena swelling pada penggalian terowongan di formasi
batuan kaya lempung dan sulfat masih menjadi tantangan geoteknik yang krusial,
khususnya pada massa batuan yang lemah dan telah mengalami pelapukan atau
alterasi. Penelitian ini menyajikan kajian terpadu berbasis aspek geologi dan
mineralogi untuk mengevaluasi perilaku swelling pada sejumlah studi kasus
terowongan. Fokus utama diarahkan pada pengaruh setting geologi, lingkungan
pembentukan batuan, komposisi mineralogi, struktur batuan, tingkat pelapukan dan
alterasi, kondisi air tanah, dan kekuatan massa batuan. Sebuah basis data mengenai
terowongan yang mengalami swelling telah disusun dan diklasifikasikan secara
sistematis berdasarkan kategori regangannya (strain). Sebagai pendekatan
kuantitatif untuk menilai pengaruh aspek geologi dan mineralogi terhadap tingkat
deformasi, dikembangkan suatu sistem penilaian yang disebut Swelling Hazard
Potential (SHP). Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat regangan tinggi umumnya
ditemukan pada formasi argillaceous (lempungan) dan pada batuan yang
mengandung sulfat, yang terbentuk di lingkungan laut dalam (mélange) serta
lingkungan evaporit. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik massa batuan yang
tergerus (sheared), terfoliasi, dan mengalami pelapukan atau alterasi kuat dengan
kondisi air tanah yang basah hingga mengalir. Validasi terhadap data regangan
aktual di lapangan membuktikan bahwa SHP rating mampu memetakan potensi
swelling secara efektif. Selain itu, analisis komparatif antara rasio kekuatan massa
batuan terhadap tegangan overburden dan rasio tekanan penyangga maksimum
terhadap tekanan swelling memberikan gambaran mengenai keseimbangan
mekanis kekuatan batuan-penyangga terhadap tekanan yang berkembang akibat
swelling. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku swelling tidak hanya dipengaruhi
oleh kandungan mineral lempung ekspansif, tetapi juga oleh interaksi hidromekanis
serta struktur geologi batuan. Penelitian ini menyajikan pendekatan
sistematis untuk identifikasi awal kondisi tanah/batuan yang berpotensi swelling,
sekaligus menjadi landasan dalam pengembangan desain terowongan berbasis
risiko pada lingkungan geologi yang kompleks.
Perpustakaan Digital ITB