digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2009_TA_PP_KARIM_ABDULLAH_1-ABSTRAK.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

COVER KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
Terbatas  Vika Anastasya Kovariansi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB1 KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
Terbatas  Vika Anastasya Kovariansi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB2 KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
Terbatas  Vika Anastasya Kovariansi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB3 KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
Terbatas  Vika Anastasya Kovariansi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB4 KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
Terbatas  Vika Anastasya Kovariansi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB5 KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
Terbatas  Vika Anastasya Kovariansi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA KARIM ABDULLAH (NIM 10505068)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Kebanyakan tempe yang dijual berbentuk tempe mentah yang memiliki daya simpan selama dua hari pada suhu kamar. Susu tempe dan tepung tempe merupakan salah satu alternatif pengolahan tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu pembuatan susu dan tepung terhadap protein terlarut pada susu tempe, selanjutnya kandungan gizinya yang meliputi lemak, karbohidrat, serat kasar, isoflavon dan citarasa. Kadar protein ditentukan dengan metode Kjeldahl, kadar karbohidrat dengan Luff Schoorl, dan kadar isoflavon dengan HPLC, sementara itu serat kasar ditentukan dengan gravimetri sedangkan cita rasa dilakukan dengan uji organoleptik. Untuk mengetahui kesetabilan protein dilakukan dengan metode Bradford. Protein tempe diekstrak pada suhu antara 60 hingga 90oC. Tepung tempe dibuat dengan pengeringan produk samping susu tempe menggunakan alat dehydrator. Susu tempe yang diperoleh dipasteurisasi untuk meningkatkan daya tahannya.