digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemantauan deformasi secara kontinu merupakan salah satu upaya penting dalam mitigasi bencana dan pengelolaan infrastruktur. Namun, pada umumnya terkendala oleh tingginya biaya investasi perangkat Global Navigation Satellite System (GNSS) konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan deformasi berbasis sistem pemantauan GNSS biaya rendah yang terintegrasi dengan sistem pengolahan data daring dan aplikasi seluler untuk mendukung pemantauan posisi secara mendekati real-time. Sistem yang dikembangkan terdiri atas perangkat akuisisi data GNSS biaya rendah, sistem pengolahan data otomatis berbasis Linux yang memanfaatkan File Transfer Protocol (FTP), RTKLIB, dan Translation, Editing, and Quality Checking (TEQC), serta aplikasi seluler untuk visualisasi hasil pemantauan. Data GNSS dikumpulkan, dikirim ke server, dikonversi ke format Receiver Independent Exchange Format (RINEX), dianalisis kualitasnya, serta diolah menggunakan metode penentuan posisi diferensial secara otomatis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa seluruh subsistem berhasil terintegrasi dan mampu menjalankan proses akuisisi, transmisi, pengolahan, penyimpanan, serta visualisasi data secara otomatis. Sistem menghasilkan akurasi sebesar 0,054 m, dengan presisi 0,013 m pada komponen horizontal dan 0,014 m pada komponen vertikal. Selain itu, sistem dirancang menggunakan model layanan berbasis langganan (subscription-based service) yang berpotensi diterapkan pada instansi seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, sektor konstruksi, pertambangan, dan pengelola infrastruktur. Dengan memanfaatkan perangkat keras berbiaya rendah dan perangkat lunak open source, sistem ini berpotensi menjadi solusi pemantauan deformasi yang ekonomis dan berkelanjutan.