Kebakaran lahan gambut berdampak masif secara ekologis maupun ekonomi. Pendekatan
pemadaman reaktif seringkali tidak efektif karena sifat api yang menjalar di bawah
permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun perangkat lunak sistem
peringatan dini berbasis pembelajaran mesin untuk memprediksi risiko kekeringan dan
kebakaran lahan gambut secara deret waktu dan spasial-temporal. Pengembangan sistem
ini dibagi menjadi dua modul utama. Modul pertama difokuskan pada prediksi
deret waktu menggunakan arsitektur Long Short-Term Memory (LSTM) dan Gated
Recurrent Unit (GRU). Hasil prediksi dikonversi ke dalam indeks kekeringan meliputi
KBDI, Adjusted KBDI, mKBDI, dan PFVI. Modul kedua difokuskan pada prediksi
spasial-temporal dari data raster satelit menggunakan arsitektur Convolutional LSTM
(ConvLSTM). Pemodelan ini menerapkan Weighted Binary Cross-Entropy dan Focal
Loss untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas pada observasi titik api.
Hasil evaluasi pada prediksi deret waktu menunjukkan bahwa model GRU secara
konsisten lebih unggul dibandingkan LSTM dengan tingkat galat komputasi yang lebih
rendah. Berdasarkan validasi lapangan, indeks PFVI dan mKBDI terbukti memiliki
akurasi baik untuk lahan gambut tropis karena mampu mendeteksi status risiko ekstrem
yang selaras dengan kemunculan titik api aktual. Indeks KBDI dan adjusted KBDI
masih gagal dalam mendeteksi status risiko kemunculan titik api. Pada pemodelan
spasial-temporal, arsitektur ConvLSTM terbukti efektif dalam memetakan probabilitas
kerawanan lahan. Secara keseluruhan, perangkat lunak yang dibangun terbukti andal
sebagai instrumen mitigasi peringatan dini untuk memetakan potensi bahaya secara
presisi sebelum kebakaran benar-benar terjadi.
Perpustakaan Digital ITB