Perangkat lunak yang berkembang dapat memiliki kode yang semakin kompleks
seiring bertambahnya jumlah kelas dan ketergantungan antarkelas. Kondisi tersebut
menyulitkan pemahaman kode, terutama bagi pengembang perangkat lunak. Kedua
aspek tersebut dikenal sebagai kohesi, yaitu keterkaitan metode dan atribut dalam
kelas, dan kopling, yaitu ketergantungan antarkelas. Nilai metrik kohesi dan
kopling memberikan gambaran tingkat kohesi dan kopling pada setiap kelas, tetapi
masih sulit dipahami karena belum menggambarkan keterkaitan metode dan atribut
dalam kelas serta ketergantungan antarkelas yang menyebabkan nilai tersebut.
Penelitian ini membangun kakas yang menerima kode sumber dalam bahasa
Python, kemudian menghitung LCOM4 sebagai metrik kohesi dan CBO sebagai
metrik kopling, serta memvisualisasikan keduanya. Kakas menggunakan parser
berbasis ANTLR4 untuk mengekstrak informasi terkait kelas, metode, atribut,
dan ketergantungan antarkelas. Hasil ekstraksi digunakan untuk menghitung
nilai LCOM4 dan CBO. Selanjutnya, kakas akan menampilkan nilai metrik dan
memvisualisasikan keterkaitan metode dan atribut dalam kelas serta ketergantungan
antarkelas dalam bentuk node-link. Pengujian dilakukan pada proyek open-source
dengan kode sumber Python. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil
penghitungan metrik oleh kakas dengan nilai metrik yang dihitung manual pada
kasus uji terkontrol dan kakas sejenis lain yang menjadi referensi. Selanjutnya,
kualitas penyajian visual pada kakas diuji dengan menggunakan M.E.D.V.I.S. Hasil
pengujian menunjukkan kesesuaian hasil penghitungan metrik oleh kakas dengan
nilai metrik yang dihitung manual pada kasus uji terkontrol dan kakas sejenis
lain yang menjadi referensi, serta kualitas penyajian visual yang sudah memenuhi
parameter M.E.D.V.I.S. pada proyek kecil hingga menengah dengan ukuran hingga
sekitar 46.000 LOC.
Perpustakaan Digital ITB