Perairan Laut Aru merupakan wilayah produktif strategis bagi perikanan nasional
Indonesia, namun dinamika kesuburannya yang tinggi membawa risiko eutrofikasi
yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Keterbatasan akses dan
tingginya biaya pengambilan data lapangan secara konvensional melatarbelakangi
kebutuhan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh yang efisien. Penelitian
ini bertujuan untuk menghitung indeks warna air dan konsentrasi klorofil-a
menggunakan penginderaan jauh, menentukan tingkat eutrofikasi dan analisis
spasial serta temporalnya, serta menganalisis mekanisme pengaruh parameter fisik
kimia dan dinamika atmosfer terhadap fluktuasi status trofik di Laut Aru. Data citra
satelit periode 2021—2025 diintegrasikan dengan data nutrien (Nitrat dan Fosfat),
suhu permukaan laut (SPL), dan curah hujan, kemudian diolah melalui parameter
bio-optik Forel-Ule Index (FUI) dan klorofil-a pada tujuh titik pengamatan, serta
dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian
menunjukkan gradien kesuburan secara spasial yang jelas. Hasil FUI pesisir Papua
4 hingga 7 dan FUI Kepulauan Aru berskala 5 hingga 6 (beberapa titik skala 9)
memiliki status oligotrofik hingga mesotrofik akibat beban hara dari daratan,
dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 3,62 mg/m3. Sementara itu, wilayah laut
lepas berada pada kondisi oligotrofik dengan FUI 2 hingga 6 dan klorofil-a sebesar
1,56 mg/m3. Secara temporal, produktivitas memiliki pola dua puncak. Puncak
pertama terjadi pada monsun timur hingga peralihan II (September dan Oktober)
akibat input massa air dari fenomena upwelling Laut Banda yang menurunkan SPL
hingga 24,23 oC. Puncak kedua terjadi pada monsun barat akibat input nutrien
terestrial dari curah hujan. Korelasi positif antara FUI dan klorofil-a diperoleh
koefisien sebesar 0,729. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat oligotrofik dan
mesotrofik di pesisir Laut Aru dipengaruhi oleh gabungan dinamika atmosfer dan
input terestrial, sedangkan di laut lepas dikendalikan oleh dinamika fisik
oseanografi. Parameter FUI terbukti efektif sebagai indikator status trofik berbasis
penginderaan jauh untuk pemantauan kualitas air di wilayah Laut Aru.
Perpustakaan Digital ITB