Tugas akhir ini membahas kemampuan pendeteksian kedalaman menggunakan
intensitas gelombang akustik terekam dari alat ukur arus Aquadopp. Perubahan
maksimum intensitas terekam yang datang dari batas dua medium yang berbeda
(kolom air dan dasar perairan) diidentifikasi sebagai dasar perairan. Intensitas
yang digunakan untuk mendeteksi kedalaman merupakan intensitas terekam ratarata
dari ketiga transduser dan telah dikonversi ke satuan dB. Perbedaan hasil
ukuran kedalaman antara Aquadopp dengan perum gema digunakan untuk
menguji kualitas Aquadopp. Pemodelan kesalahan pengukuran perum gema
akibat geometri pancaran, yang besarnya merupakan fungsi dari kedalaman dan
kemiringan dasar perairan, dibuat untuk memperkirakan kemampuan
pendeteksian kedalaman perum gema. Dari model kesalahan yang dibuat ini
didapatkan hasil bahwa kesalahan pengukuran perum gema sebesar 0.01m pada
kedalaman 2.1m dan kemiringan 1.9°. Dari selisih rata-rata absolut didapatkan
nilai sebesar 0.53m yang mengindikasikan bahwa pengukuran kedalaman
Aquadopp tidak lebih baik dibandingkan dengan pengukuran kedalaman perum
gema. Dengan melihat hubungan antara besar selisih kedalaman Aquadopp
terhadap kedalaman dan kemiringan dasar perairan, dapat disimpulkan bahwa
selisih pengukuran kedalaman Aquadopp dipengaruhi lemah oleh kedalaman
dasar perairan dengan R = 0.61.
Perpustakaan Digital ITB