digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 SK PP KEYFINE – COVER
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

2026 SK PP KEYFINE – BAB 1
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

2026 SK PP KEYFINE – BAB 2
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

2026 SK PP KEYFINE – BAB 3
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

2026 SK PP KEYFINE – BAB 4
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

2026 SK PP KEYFINE – BAB 5
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

2026 SK PP KEYFINE – PUSTAKA
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos

Penelitian ini mengkaji apakah alat Kecerdasan Buatan Generatif (GenAI) tanpa perantara, khususnya ChatGPT Free Plan dan ChatGPT Plus, secara proaktif mengungkapkan informasi kritis bagi pengambilan keputusan ketika merespons pertanyaan investasi hijau dari investor ritel Indonesia. Dengan mereplikasi dan memperluas kerangka eksperimen berbasis prompt dari Boni (2025) serta mengadaptasinya pada konteks pasar modal Indonesia, penelitian ini terlebih dahulu melakukan wawancara semi-terstruktur dengan lima investor ritel Generasi Z untuk memvalidasi persona green-curious dan melokalisasi stimulus eksperimen, sehingga menghasilkan delapan prompt yang berkisar dari pertanyaan generik berliterasi rendah hingga permintaan eksplisit yang kaya parameter serta framing perilaku khas Indonesia. Setiap prompt diajukan sepuluh kali pada sesi-sesi independen di kedua tier model dan dinilai menggunakan rubrik biner sebelas item yang mencakup dimensi dampak iklim, tradeoff finansial, konteks keindonesiaan, dan bahasa, sehingga menghasilkan 160 observasi respons yang dianalisis dengan uji eksak Fisher dua sisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tier secara konsisten mendorong investasi hijau dalam 80 hingga 100 persen respons, namun secara sistematis menahan dua masukan keputusan paling krusial, yaitu perbedaan antara produk ESG secara luas dan produk yang benar- benar selaras dengan tujuan iklim, serta pengungkapan tradeoff imbal hasil, kecuali apabila diminta secara eksplisit. Ketika prompt menggunakan bahasa yang spesifik dan relevan dengan keputusan, kedua model andal memunculkan konten yang dituju, yang menunjukkan bahwa informasi tersebut sebenarnya tersedia namun tidak disampaikan secara sukarela. Pada kondisi prompt perilaku komposit, bahasa herding dan referensi FOMO diasosiasikan dengan pergeseran asimetris, yang berkorelasi dengan lebih sedikitnya peringatan greenwashing dan meningkatnya analisis finansial serta tradeoff imbal hasil. Bertentangan dengan ekspektasi, akses premium tidak menjamin kelengkapan pengungkapan, karena ChatGPT Plus underperform dibanding Free Plan pada tradeoff imbal hasil dan perbedaan ESG dengan iklim dalam kondisi prompt tertentu, sementara prompt yang menyebut instrumen lokal seperti SRI-KEHATI diasosiasikan dengan pengungkapan risiko yang lebih relevan secara lokal. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa GenAI berperan sebagai advokat investasi hijau, bukan penasihat yang berimbang; risiko mendasarnya bukan pada kesalahan informasi melainkan pada omisi selektif, sehingga literasi GenAI menjadi prasyarat bagi kesejahteraan finansial dalam lanskap investasi digital Indonesia yang berkembang pesat.