Penerapan beban kelja machine learning pada platform cloud multi-tenant menghadapkan operator pada
dilema operasional antara latensi inisialisasi cold start dan spesifisitas lingkungan eksekusi.
Optimalisasi tradisional pada lapisan hilir (downstream) secara reaktif mengurangi hambatan
jaringan, tetapi gaga! menangani komposisi citra kontainer pada lapisan hulu (upstream).
Penelitian ini memperkenalkan kerangka kelja Automatic Flavor Building (AFB), sebuah bidang
kendali out-of-band yang mengotomatisasi pemeliharaan siklus hidup katalog sebagai masalah
optimasi yang didorong oleh beban kelja. AFB secara berkelanjutan memindai jejak eksekusi historis
untuk menyintesis citra dasar yang optimal melalui algoritrna Recursive Cake Layering (RCL). RCL
membagi paket perangkat lunak ke dalam tingkatan cakupan berdasarkan frekuensi penggunaan dan
memodelkan pembuatanjlavor perantara menggunakan struktur zero-one knapsack berbobot nilai, yang
dikomhinasikan dengan formulasi penganggaran beljenjang yang diskalakan secara presisi serta
kendala ketat penutupan dependensi transitif. Evaluasi dilakukan pada klaster bare-metal
menggunakan korpus empiris yang terdiri atas 200 aplikasi machine learning dari tahun 2022 hingga
2026. AFB RCL dianalisis pada skenario keseluruhan, pelatihan, dan data uji terpisah dengan
batasan kapasitas penyimpanan registri maksimum yang dialokasikan secara tegas antara 0,3% hingga
0,5% dari total working set size yang tidak terkompresi. Hasil eksperimen menunjukkan
bahwa AFB-RCL mampu mencapai penurunan median latensi cold-start yang stabil sebesar 80%
hingga 85% dibandingkan
dengan baseline Bespoke tanpa batasan, dengan meminimalkan proses kompilasi just-in-time dari jalur
kritis eksekusi. Dalam kondisi node dengan warm cache, cabang-cabang hasil sintesis tersebut
mampu memenuhi batas ketat 1atensi ekor P95 yang sama dengan katalog statis yang dikurasi secara
manual, dengan waktu inisialisasi se1esai dalam 44,0 detik. Secara bersamaan, kerangka
kerja ini berhasil mengompresi himpunan kerja ko1ektif yang sangat besar, yaitu 1.099 GiB,
menjadijejak penyimpanan fisik hanya sebesar 3,22 GiB hingga 5,21 GiB. Dengan demikian, AFB
meminimalkan kompromi antara 1atensi cold-start dan uverhead penyimpanan registri tanpa mernerlukan
intervensi manusia.
Perpustakaan Digital ITB