Abstrak - Nabila Syahidah
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Ketergantungan Indonesia pada GNSS asing menyebabkan kerentanan terhadap
risiko gangguan layanan selama krisis geopolitik. Untuk meningkatkan kedaulalan
teknologi, penelitian ini mengusulkan dan mengoptimalkan Sistem Satelit Navigasi
Regional (RNSS) hibrida LEO-GEO yang mencakup wilayah Indonesia (6?LU–
11?LS, 95?BT–141?BT). Arsitektur yang diusulkan menggabungkan konstelasi
Walker LEO berinklinasi rendah dengan hosted payload pada satelit komunikasi
geostasioner Indonesia.
Perancangan konstelasi diformulasikan sebagai masalah optimasi multi-objektif
untuk meminimalkan rata-rata GDOP, memaksimalkan availability, dan meminimalkan
biaya deployment. Optimasi dilakukan menggunakan algoritma NSGA-II
di MATLAB dengan ukuran populasi sebanyak 200 individu selama 500 generasi.
Variabel yang dioptimalkan meliputi ketinggian orbit (500–1.200 km), inklinasi (0?–
25?), jumlah bidang orbit (1–12), dan satelit per bidang (1–48). Optimasi tersebut
menghasilkan 70 solusi Pareto yang terkonsentrasi pada ketinggian 1.105–1.120 km,
inklinasi 10?–15?, dan 2–5 bidang orbit.
Konfigurasi Walker 36/2/1 yang terpilih terdiri dari 36 satelit LEO pada ketinggian
1.115,77 km dan inklinasi 13, 84?, serta dilengkapi dengan satu satelit GEO pada
113?BT. Pada simulasi selama 168 jam, konstelasi ini mencapai rata-rata GDOP
sebesar 2,82, availability 96,00%, dan biaya deployment sebesar 118,6 juta USD.
Validasi menggunakan Ansys STK mengonfirmasi model yang dikembangkan
dengan galat di bawah 1%. Dibandingkan dengan arsitektur RNSS GEO/GSO
Indonesia yang diusulkan sebelumnya oleh Noer dkk., konstelasi yang diusulkan ini
menurunkan rata-rata GDOP sebesar 16,8% sembari mempertahankan availability
regional yang tinggi.
Perpustakaan Digital ITB